digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pengumuman dividen tunai secara luas dipandang sebagai sinyal mengenai prospek perusahaan, namun peran sentimen investor dalam reaksi pasar masih belum banyak diteliti di Indonesia, terutama seiring pasar yang kini semakin didominasi investor ritel. Penelitian ini menyelidiki apakah sentimen investor yang telah terbentuk sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap reaksi pasar atas pengumuman dividen tunai, yang diukur melalui abnormal return dan trading volume activity. Dengan metode event study yang dikombinasikan dengan regresi Ordinary Least Squares (OLS), penelitian ini menganalisis 134 peristiwa dividen dari 26 perusahaan yang konsisten terdaftar dalam indeks LQ45 selama 2022-2025. Abnormal return diestimasi menggunakan market model, dan sentimen diproksikan dengan volume perdagangan abnormal sebelum pengumuman, yang menangkap intensitas perdagangan alih-alih arahnya. Ukuran perusahaan dan perubahan dividen menjadi variabel kontrol, dengan robust standard error HC3 diterapkan. Pasar bereaksi positif dan signifikan, dengan cumulative average abnormal return sebesar 1,85% (signifikan pada 1%) dan abnormal return positif signifikan satu hari sebelum pengumuman yang dapat mengindikasikan perdagangan antisipatif. Namun, sentimen berpengaruh tidak signifikan terhadap abnormal return (p = 0,166; HC3 p = 0,683) dan berpengaruh negatif terhadap trading volume activity yang hanya marginal signifikan di bawah HC3 (p = 0,002; HC3 p = 0,050). Kedua hipotesis dengan demikian tidak didukung oleh temuan empiris. Hasil ini menunjukkan teori sinyal tetap berlaku pada segmen LQ45, sementara sentimen tampaknya mencerminkan anticipation effect alih-alih memperkuat return, memberikan panduan praktis bagi investor ritel selama musim dividen. Kata Kunci: Sentimen Investor, Pengumuman Dividen Tunai, Abnormal Return, Trading Volume Activity, LQ45