Pengumuman dividen tunai secara luas dipandang sebagai sinyal mengenai prospek
perusahaan, namun peran sentimen investor dalam reaksi pasar masih belum banyak diteliti
di Indonesia, terutama seiring pasar yang kini semakin didominasi investor ritel. Penelitian
ini menyelidiki apakah sentimen investor yang telah terbentuk sebelumnya berpengaruh
signifikan terhadap reaksi pasar atas pengumuman dividen tunai, yang diukur melalui
abnormal return dan trading volume activity. Dengan metode event study yang
dikombinasikan dengan regresi Ordinary Least Squares (OLS), penelitian ini menganalisis
134 peristiwa dividen dari 26 perusahaan yang konsisten terdaftar dalam indeks LQ45
selama 2022-2025. Abnormal return diestimasi menggunakan market model, dan sentimen
diproksikan dengan volume perdagangan abnormal sebelum pengumuman, yang
menangkap intensitas perdagangan alih-alih arahnya. Ukuran perusahaan dan perubahan
dividen menjadi variabel kontrol, dengan robust standard error HC3 diterapkan. Pasar
bereaksi positif dan signifikan, dengan cumulative average abnormal return sebesar 1,85%
(signifikan pada 1%) dan abnormal return positif signifikan satu hari sebelum
pengumuman yang dapat mengindikasikan perdagangan antisipatif. Namun, sentimen
berpengaruh tidak signifikan terhadap abnormal return (p = 0,166; HC3 p = 0,683) dan
berpengaruh negatif terhadap trading volume activity yang hanya marginal signifikan di
bawah HC3 (p = 0,002; HC3 p = 0,050). Kedua hipotesis dengan demikian tidak didukung
oleh temuan empiris. Hasil ini menunjukkan teori sinyal tetap berlaku pada segmen LQ45,
sementara sentimen tampaknya mencerminkan anticipation effect alih-alih memperkuat
return, memberikan panduan praktis bagi investor ritel selama musim dividen.
Kata Kunci: Sentimen Investor, Pengumuman Dividen Tunai, Abnormal Return, Trading
Volume Activity, LQ45
Perpustakaan Digital ITB