digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Fathiyya Amira [27125056]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Transformasi kafe menjadi ruang kerja informal pasca-pandemi memperlihatkan bahwa fasilitas duduk bukan sekadar elemen furnitur pendukung, melainkan agen formatif yang turut membentuk kondisi atensi penggunanya. Penelitian ini bertolak dari premis bahwa pergeseran tipe fasilitas duduk (dining chair, stool, dan bar stool) merepresentasikan sebuah revolusi kecil namun konsekuensial dalam cara tubuh dan kognisi saling membentuk selama aktivitas kerja berlangsung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana ketiga tipe fasilitas duduk tersebut secara formatif memengaruhi kondisi atensi, dengan kualitas postural, kinerja tugas, dan persepsi beban kerja sebagai jalur mekanisme penjelasnya. Penelitian diawali dengan studi lapangan di Café Hi Brew dengan 32 responden, kemudian dilanjutkan dengan desain eksperimen within-subject yang melibatkan 17 partisipan dewasa muda di Bandung. Hasil studi lapangan menunjukkan bahwa meskipun 81,3% pengunjung memilih kursi makan sebagai fasilitas kerja yang ideal, 75% di antaranya tetap mengeluhkan nyeri pada punggung bawah setelah durasi melebihi 30 menit. Kondisi tersebut dieksplorasi lebih lanjut di laboratorium melalui instrumen Persepsi Beban Kerja (NASA-TLX), Biomekanik (Rapid Entire Body Assessment dan Rapid Upper Limb Assessment), Fisiologi (Electroencephalography), dan tugas atensi (Sustained Attention to Response Task). Ditemukan perbedaan signifikan pada variabilitas waktu reaksi (p = 0,019), di mana bar stool secara drastis mengganggu konsistensi atensi. Dining chair konsisten menghasilkan performa kognitif terbaik dengan tingkat commission error terendah (23,56%), waktu reaksi tercepat, serta risiko postural terendah. Sebaliknya, penggunaan stool justru memicu peningkatan commission error hingga hampir dua kali lipat dan menyebabkan kompetisi sumber daya perhatian akibat tingginya tuntutan penyesuaian postural tubuh.