digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Repurposing anjungan lepas pantai tipe jacket menjadi struktur penopang Offshore Wind Turbine (OWT) menawarkan solusi transisi energi yang lebih ekonomis dibandingkan decommissioning konvensional. Penelitian ini mengkaji kelayakan struktural anjungan jacket tripod di Selat Makassar (kedalaman 51,1 m) untuk menopang turbin angin 5 MW melalui pemodelan SACS 5.6 berstandar API RP 2A-WSD, meliputi analisis frekuensi natural, inplace, dan retrofit. Struktur tergolong desain Stiff-Stiff, namun dengan margin toleransi ±10%, Mode 1 (f = 0,6605 Hz) mode Fore-Aft dengan partisipasi massa arah X terbesar (76,81%) berada di zona larangan 3P (0,3105–0,6655 Hz) sehingga berisiko resonansi. Analisis inplace pasca-repurposing mengidentifikasi tiga member kritis pada Jacket Walkway (+4,5 m) dengan UC maksimum 1,046 serta enam sambungan overstress dengan UC punching shear tertinggi 2,243, akibat beban tambahan dari berat dan thrust turbin, sementara seluruh pile tetap memenuhi syarat keamanan (SF ? 2,00). Retrofit berupa penambahan brace diagonal baru berhasil menurunkan seluruh UC elemen kritis hingga memenuhi kriteria (? 1,0), dengan UC brace baru berkisar 0,265–0,863. Hasil ini membuktikan struktur jacket eksisting layak digunakan kembali sebagai penopang OWT tanpa penggantian elemen utama (deck), meskipun potensi resonansi Mode 1 tetap perlu menjadi perhatian pada desain lanjutan.