digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Keselamatan perempuan dalam mobilitas harian masih menjadi isu yang relevan di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan tempat berjalan kaki, transportasi umum, dan transportasi daring menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Respons yang digunakan saat ini umumnya masih berbasis perilaku atau ponsel, seperti berjalan lebih cepat, memilih rute yang lebih ramai, berpura-pura menelepon, atau membagikan WhatsApp Live Location. Respons tersebut dapat membantu, tetapi tetap membutuhkan akses aktif terhadap ponsel dan dapat sulit digunakan ketika pengguna mengalami panik, membeku, atau ingin menghindari perhatian. Proyek akhir ini menyusun rencana bisnis Serenaya, sebuah usulan merek smart safety jewelry yang menggabungkan desain menyerupai perhiasan dengan dukungan komunikasi kepada kontak tepercaya secara tidak mencolok. Produk yang diusulkan memiliki aktivasi SOS tersembunyi, koneksi Bluetooth dengan aplikasi pendamping, pengaturan kontak tepercaya, dukungan pesan darurat berbasis WhatsApp, notifikasi koneksi dan kegagalan, serta alur pengujian SOS. Serenaya tidak dimaksudkan untuk menggantikan layanan darurat atau menjamin penyelamatan. Rencana bisnis menggunakan data primer, data sekunder, dan input perencanaan internal. Data primer diperoleh melalui survei eksploratif non-probabilitas terhadap 35 responden, termasuk 22 responden perempuan target langsung dan 13 responden yang hanya digunakan untuk analisis minat umum dan potensi hadiah. Survei mendukung pemahaman masalah pelanggan, arah produk, prioritas fitur, rentang kesediaan membayar, dan potensi hadiah; survei tidak digunakan untuk menghitung proyeksi penjualan. Data sekunder dari statistik resmi, laporan publik, regulasi, literatur akademik, panduan platform, benchmark pemasaran, dan pemindaian marketplace Tokopedia oleh penulis mendukung konteks keselamatan, ukuran pasar, persyaratan hukum, kondisi kategori, asumsi komersial, dan arah biaya komponen. Input internal dipisahkan dari benchmark eksternal dan dikelola melalui quotation, pengujian prototipe, pengendalian atribusi, pemantauan contribution margin, dan keputusan rilis bertahap. Survei eksploratif mendukung arah problem-solution. Dari 22 responden perempuan target langsung, 77,3% memiliki kekhawatiran keselamatan yang tinggi, 95,5% memilih jalan gelap atau sepi sebagai situasi tidak aman, dan 54,5% memilih menunggu kendaraan di pinggir jalan. Respons yang digunakan masih banyak bergantung pada perilaku atau ponsel: 86,4% berjalan lebih cepat atau memilih rute lebih ramai, 72,7% menggunakan WhatsApp Live Location, dan 27,3% tidak menggunakan alat keselamatan. Sebanyak 81,8% memilih dukungan pesan darurat berbasis WhatsApp dan 72,7% memilih tombol SOS tersembunyi. Hasil tersebut diperlakukan sebagai bukti eksploratif, bukan permintaan pasar yang telah terkonfirmasi. Serenaya direncanakan sebagai bisnis online-first, lean, dan berbasis kemitraan untuk perempuan usia 18-35 tahun di DKI Jakarta dan Kota Bandung. Berdasarkan tabel penduduk BPS menurut umur dan jenis kelamin serta alokasi proporsional dalam kelompok umur lima tahunan, total available market diperkirakan sebesar 38.995.460 perempuan usia 18-35 tahun di Indonesia, sedangkan serviceable available market awal diperkirakan sebesar 1.782.502 perempuan di DKI Jakarta dan Kota Bandung. Rencana penjualan realistis mencapai 2.640 pembelian selama lima tahun atau sekitar 0,148% dari SAM. Proyeksi realistis Tahun 2 sebesar 450 pembelian unik dihitung dari sumber yang tidak tumpang tindih: paid social, iklan native marketplace, KOL/afiliasi, organic/direct/community, dan referral terverifikasi. Waitlist dan retargeting diperlakukan sebagai mekanisme konversi, bukan sumber penjualan tambahan. Rencana keuangan realistis menggunakan kebutuhan pendanaan sekitar Rp187,6 juta. Tahun 1 bersifat prakomersial dan berfokus pada proof of concept teknis, pengembangan MVP aplikasi, pengujian prototipe dan pemasok, persiapan privasi dan hukum, konfirmasi jalur kepatuhan, serta batch awal terkendali. Dalam skenario realistis, titik impas operasional Tahun 2 sekitar 328 unit, penjualan Tahun 2 sebesar 450 unit, dan hasil operasional Tahun 2 sekitar Rp26,7 juta. Sebelum pajak dan kompensasi pendiri yang diperhitungkan secara ekonomi, arus kas proyek kumulatif lima tahun sekitar Rp138,8 juta, ROI atas kas yang digunakan sekitar 83,3%, IRR sekitar 23,5%, NPV pada tingkat diskonto 20% sekitar Rp13,9 juta, dan payback terjadi pada Tahun 4. Sensitivitas kompensasi pendiri sebesar Rp30 juta per tahun menghasilkan arus kas ekonomi kumulatif sekitar Rp18,8 juta, IRR sekitar 3,3%, dan NPV negatif sekitar Rp63,8 juta; perlakuan pajak mengikuti bentuk badan hukum yang dipilih. Strategi yang direkomendasikan bersifat bertahap dan berbasis pengendalian. Rilis komersial diatur melalui gate yang jelas untuk reliabilitas produk, kinerja Bluetooth dan aplikasi, privasi dan persetujuan, pengelolaan data kontak tepercaya, persyaratan produk dan sistem elektronik, konsistensi pemasok, completed-order acquisition cost, contribution margin, serta kesiapan dukungan pelanggan. Struktur ini menempatkan Serenaya sebagai rencana bisnis berbasis benchmark dengan pengendalian teknis, hukum, komersial, dan keuangan yang eksplisit. Kata kunci: rencana bisnis, smart safety jewelry, keselamatan pribadi perempuan, teknologi wearable, komunikasi kontak tepercaya