COVER Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Jovinove Emmanuel
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Operasi alat berat pada pertambangan terbuka memiliki risiko tinggi akibat dinamika lingkungan kerja yang sangat fluktuatif. Namun demikian, variasi kondisi fisik dan operasional di area kerja sering kali belum terakomodasi sepenuhnya dalam prosedur pengendalian formal. Penelitian ini bertujuan merumuskan rekomendasi pengendalian risiko operasional di PT XYZ dengan memetakan praktik kerja aktual (Work-as-Done) guna menjembatani kesenjangan dengan prosedur baku. Fokus analisis diarahkan secara spesifik pada aktivitas front, hauling, dan disposal untuk mengidentifikasi error traps yang terbentuk dari interaksi sistem kerja sehari-hari. Dengan pendekatan ini, strategi mitigasi dirancang agar lebih adaptif terhadap tantangan nyata di lapangan dan bukan sekadar pemenuhan administratif.
Pengumpulan data lapangan secara mendalam menggunakan metode Walk-Through Talk-Through (WTTT) yang dipadukan dengan analisis tematik berhasil mengidentifikasi tiga domain risiko utama yang memerlukan penguatan pengendalian operasional secara menyeluruh. Merespons temuan tersebut, strategi Intervention Mapping merumuskan pengendalian Paket A untuk memitigasi keterbatasan visual melalui penetapan protokol komunikasi baku serta validasi titik buta di area kritis agar informasi antarunit lebih jelas. Selanjutnya, pengendalian Paket B difokuskan pada manajemen risiko fisik melalui penerapan sistem inspeksi jalur berbasis keputusan objektif yang memberdayakan pengawas untuk memastikan kelayakan area kerja sebelum operasi dimulai. Pengendalian Paket C disusun secara kontekstual sesuai karakteristik lokasi, di mana Site A menerapkan manajemen ritme kerja aman untuk mencegah kelelahan, sedangkan Site P menargetkan disiplin penataan area berhenti dan keselamatan manuver di ruang sempit. Keseluruhan rekomendasi pengendalian ini mengintegrasikan perubahan perilaku operator dengan penguatan dukungan sistem organisasi, yang selanjutnya disarankan untuk divalidasi melalui uji coba implementasi terbatas (pilot testing) guna mengukur efektivitasnya secara nyata.
Perpustakaan Digital ITB