Penelitian ini menjawab kebutuhan energi bersih yang berkelanjutan dengan menyelidiki biochar mahoni mentah sebagai katalis berbiaya rendah untuk perengkahan katalitik (catalytic cracking) dan reformasi uap dari senyawa bio-oil. Menggunakan toluena dan n-heksana sebagai representasi senyawa aromatik dan alifatik yang kompleks, eksperimen perengkahan dilakukan pada suhu reaksi 800 oC dan 1000 oC, baik dengan maupun tanpa penambahan uap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis biochar mentah secara signifikan meningkatkan produksi syngas, khususnya meningkatkan hasil perengkahan n-heksana hingga 66% pada 800 oC. Peningkatan suhu reaksi menjadi 1000 oC lebih lanjut mendorong produksi hidrogen untuk kedua bahan baku, di mana perengkahan toluena menjadi lebih menguntungkan karena energi ikatannya yang tinggi. Sebaliknya, penambahan uap justru menghambat kinerja katalitik biochar dan secara signifikan menurunkan hasil produksi gas. Selain itu, biochar sisa (spent biochar) dari perengkahan toluena menunjukkan stabilitas elektrokimia yang sangat baik, membuktikan potensinya yang menjanjikan sebagai anoda baterai ion natrium (SIB) dengan kapasitas spesifik sekitar 160 mAh/g. Penelitian ini menyoroti jalur yang berkelanjutan untuk peningkatan kualitas bio-oil sekaligus memproduksi biokarbon yang bernilai tambah
Perpustakaan Digital ITB