digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

REDESAIN UNIT KOAGULASI, FLOKULASI, DAN SEDIMENTASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) CIDANAU PT KRAKATAU TIRTA INDUSTRI, CILEGON
Terbatas  Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan

IPA Cidanau milik PT Krakatau Tirta Industri (KTI) memanfaatkan Sungai Cipasauran sebagai sumber air baku dengan rata-rata pengambilan sebesar 32.958 m³/hari dan kapasitas instalasi sebesar 600 liter/detik. Perubahan karakteristik air baku dapat memengaruhi kinerja proses pengolahan, sehingga dilakukan evaluasi terhadap unit koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi untuk mengetahui kondisi eksisting dan kebutuhan redesain. Evaluasi diawali dengan analisis karakteristik dan variasi kualitas air baku untuk menentukan kondisi perencanaan. Selanjutnya, kondisi eksisting setiap unit dievaluasi berdasarkan aspek hidraulis dan parameter desain. Hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat beberapa parameter yang belum memenuhi kriteria. Pada unit koagulasi, gradien kecepatan (G) terlalu besar menurut beberapa kriteria. Pada unit flokulasi, waktu detensi terlalu singkat, headloss relatif rendah, dan distribusi G antarkompartemen belum optimal. Pada unit sedimentasi, kecepatan aliran pada zona lamella, beban permukaan, dan beban pelimpah juga belum memenuhi atau belum optimal terhadap kriteria yang digunakan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dilakukan redesain pada ketiga unit. Alternatif terpilih untuk ketiga unit relatif sama dengan penambahan jumlah unit yaitu unit koagulasi diubah dari 1 bak menjadi 2 bak dengan mengaktifkan 1 bak eksisting untuk menyesuaikan kondisi hidraulis dengan unit flokulasi. Pada unit flokulasi iv dilakukan penambahan 1 bak dengan 6 kompartemen yang sama dengan unit eksisting dan penyesuaian bukaan pintu air untuk memperoleh distribusi G yang lebih sesuai. Sementara itu, pada unit sedimentasi dilakukan penambahan 4 bak dan dilakukan penyesuaian zona lamella menjadi 65% zona lamella dan memperkecil zona lumpur untuk memperbaiki kondisi pengendapan. Hasil redesain kemudian dilengkapi dengan spesifikasi teknis, rencana operasional dan pemeliharaan, serta perhitungan biaya. Kebutuhan CAPEX terdiri atas Rp16.615.170,40 untuk pekerjaan persiapan, Rp121.686.784,54 untuk koagulasi, Rp81.817.894.219,89 untuk flokulasi, Rp6.460.826.660,60 untuk sedimentasi, dan Rp48.200.818,77 untuk penyesuaian ruang kimia. Sementara itu, kebutuhan OPEX IPA Cidanau diperkirakan sebesar Rp23.474.756.254,33 per tahun. Kelayakan finansial kemudian dianalisis menggunakan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP). Hasil dari keempat metode menunjukkan bahwa rencana redesain layak secara finansial, sehingga alternatif yang direncanakan dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kinerja unit klarifikasi IPA Cidanau.