digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Nabila Nisa Hafizh [17222088]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Eksistensi Dam-daman sebagai salah satu permainan papan strategi tradisional asal Jawa kian tergerus di era modern saat ini akibat stagnasi visual dan keterbatasan material konvensionalnya yang dinilai kuno serta kurang menarik oleh masyarakat urban. Padahal, jika dikaji lebih mendalam, permainan rakyat ini tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan komunal belaka, melainkan kaya akan muatan nilai filosofis mengenai kesetaraan kedudukan manusia dan kalkulasi strategi dalam mengarungi kehidupan. Kesenjangan kultural inilah yang melandasi dilakukannya pembuatan karya tugas akhir ini, yang bertujuan untuk melakukan perancangan secara komprehensif, sehingga mampu menjembatani nilai-nilai tradisi luhur dengan tuntutan kebutuhan estetika masyarakat modern di tengah tren gaya hidup masa kini yang mulai mencari interaksi sosial nyata. Metode perancangan yang diterapkan dalam penelitian ini dirancang secara sistematis, meliputi tahapan studi literatur untuk membedah akar filosofis objek, serta serangkaian eksperimen teknis terhadap karakteristik material yang digunakan. Langkah inovasi diwujudkan melalui transformasi adaptif karakteristik visual tokoh Wayang dari bentuk dua dimensi ke dalam wujud trimatra pada bidak permainan, serta langkah diversifikasi material baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yaitu berupa pemanfaatan media keramik pada bidak permainan. Perpaduan sinergis antara elemen kultural yang sarat makna dan aplikasi material baru yang eksklusif ini dihadirkan dengan harapan dapat meningkatkan kembali kepedulian serta apresiasi masyarakat luas, terutama generasi muda, terhadap kekayaan budaya nusantara yang adiluhung. Melalui pendekatan visual baru yang jauh lebih segar, tangguh, dan elegan, karya perancangan ini diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keberadaan kesenian lokal dari ancaman kepunahan, melainkan juga sekaligus membuktikan secara nyata bahwa nilai-nilai tradisi masa lalu tetap dapat bersanding secara harmonis, adaptif, dan prestisius dengan gaya hidup di era modern.