Industri kopi merupakan salah satu sektor agribisnis terbesar di dunia dan berkembang
sangat cepat dengan tingkat produksi mencapai 10,52 juta ton pada tahun 2024 – 2025. Jumlah
produksi yang besar mengakibatkan jumlah produk samping yang juga tinggi, salah satunya
coffee silverskin (CS) mencapai 438 ribu ton. CS sangat berpotensi sebagai bahan baku
alternatif dalam industri pangan dan kesehatan karena kandungan kaya akan senyawa bioaktif,
seperti senyawa fenolik. Senyawa fenolik merupakan salah satu senyawa yang memiliki
aktivitas antioksidan yang tinggi. Pada penelitian ini dilakukan produksi senyawa fenolik dan
flavonoid menggunakan jamur Pleurotus ostreatus melalui proses fermentasi, dilanjutkan
dengan ekstraksi non-termal ultrasound assisted extraction (UAE) dengan pelarut Natural
Deep Eutectic Solvent (NADES). Fermentasi akan mendegradasi matriks lignoselulosa CS
sehingga dapat memaksimalkan kadar total fenolik dan flavonoid pada saat dilakukan proses
ekstraksi UAE. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh variabel-variabel
berikut, yaitu fermentasi – nonfermentasi, waktu ekstraksi (30, 60 dan 90 menit), dan rasio
sampel:pelarut (1:30, 1:40 dan 1:50 g/mL) terhadap kadar total fenolik (TPC), flavonoid (TFC),
dan aktivitas antioksidan (DPPH) dari ekstrak CS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
variabel fermentasi – nonfermentasi, waktu, dan rasio sampel:pelarut berpengaruh signifikan
terhadap peningkatan kadar TPC, TFC, dan aktivitas antioksidan. Sedangkan waktu tidak
berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan. Kondisi optimal yang didapatkan pada
penelitian ini adalah perlakuan fermentasi CS, waktu ekstraksi 60 menit, dan rasio
sampel:pelarut 1:50 g/mL dengan konsentrasi hasil kadar fenolik 25,62 mg GAE/g CS, kadar
flavonoid 1,81 mg QE/g CS, dan aktivitas antioksidan 167,8 ?mol TE/g CS. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah fermentasi CS dengan Pleurotus ostreatus yang dikombinasikan dengan
metode NADES-UAE terbukti efektif meningkatkan ekstraksi senyawa fenolik, flavonoid, dan
aktivitas antioksidan dari CS.
Perpustakaan Digital ITB