Rendahnya efikasi dan bioavailabilitas obat antikanker berbasis molekul kecil
menyebabkan penurunan efektivitas terapi yang dilakukan. Kegagalan kerja obat
antikanker sering kali menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan dan justru
memperburuk kondisi kesehatan dari pasien. Untuk itu, diperlukan teknologi yang
dapat meningkatkan efikasi obat antikanker berbasis molekul kecil dan mampu
mencapai target dengan tepat untuk menghindari efek samping dari obat. Teknologi
sistem penghantar obat dapat mengatasi kegagalan kerja dari obat antikanker.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem penghantar obat berbasis zeolitic
imidazolate framework – 8 (ZIF-8) yang dimodifikasi dengan 2-
aminobenzimidazole (2-ABI) dan polyethylene glycol (PEG) berukuran nano untuk
terapi kanker. Modifikasi dilakukan untuk mengatur sifat fisik-kimia material,
meningkatkan interaksi dengan molekul obat, serta memperbaiki stabilitas dan
kompatibilitas sistem pada lingkungan biologis. Material hasil sintesis
dikarakterisasi melalui analisis struktur kristal, gugus fungsi, morfologi, luas
permukaan, ukuran pori, ukuran partikel, serta zeta potensial. Kurkumin dan
doksorubisin dipilih sebagai model obat alami dan sintetik untuk mengevaluasi
pengaruh perbedaan sifat molekul dan interaksi obat-sistem penghantar. Kinerja
sistem penghantar dievaluasi secara in vitro pada lini sel HeLa.
Hasil menunjukkan bahwa modifikasi ZIF-8 dengan 2-ABI meningkatkan interaksi
obat-material ditandai dengan nilai efisiensi pemuatan kurkumin tertinggi dan
signifikan secara statistik pada variasi ZIF-8-NH2 5%. Modifikasi pascasintesis
dengan molekul kurkumin atau doksorubisin dan PEG menghasilkan sistem
penghantar dengan nilai pemuatan obat 1,8 kali lebih tinggi pada kurkumin
dibandingkan doksorubisin dan peningkatan dispersibilitas pada pelarut berair.
Temuan ini divalidasi dengan kehadiran gugus-gugus fungsi yang bersesuaian
dengan molekul obat dan PEG tanpa mengubah struktur dasar dari ZIF-8. Uji in
vitro pada sel HeLa menunjukkan bahwa sistem penghantar PEG@ZIF berhasil
terinternalisasi ke dalam sel, serta meningkatkan aktivitas sitotoksisitas formula
sistem penghantar dengan obat dibandingkan dengan tanpa obat.
Perpustakaan Digital ITB