digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Squeezing merupakan salah satu permasalahan kestabilan terowongan yang ditandai oleh deformasi plastis progresif ketika tegangan di sekitar bukaan lebih besar daripada kekuatan massa batuan. Penelitian ini bertujuan menyusun model regresi logistik biner untuk memperkirakan probabilitas terjadinya squeezing berdasarkan kedalaman terowongan (H), kualitas massa batuan (Q), diameter bukaan (D), strength–stress ratio (SSR), dan kekakuan penyangga (K). Data penelitian terdiri atas 166 kasus terowongan yang dikumpulkan dari literatur, meliputi 109 kasus squeezing dan 57 kasus no squeezing. Analisis dilakukan terhadap pengaruh masing-masing parameter serta empat kombinasi model. Untuk mengetahui sensitivitas model terhadap keberadaan nilai ekstrem, data juga dianalisis menggunakan metode Tukey dan pendekatan mean ± standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kedalaman dan diameter bukaan cenderung meningkatkan probabilitas squeezing. Sebaliknya, peningkatan nilai Q, SSR, dan K cenderung menurunkan probabilitas tersebut. Kombinasi seluruh parameter menghasilkan kinerja klasifikasi tertinggi, dengan akurasi total sebesar 96,23% pada 53 data lengkap. Model ini mampu mengidentifikasi sekitar 97% kasus squeezing dan 96% kasus no squeezing. Model H–Q–K juga menunjukkan kinerja yang baik, dengan akurasi sebesar 92,59% pada 108 data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regresi logistik dapat digunakan sebagai alat prediksi awal untuk menilai potensi squeezing sekaligus menghasilkan persamaan yang mudah diterapkan. Meskipun demikian, penggunaan model pada lokasi baru tetap memerlukan validasi lokal dan harus dipadukan dengan investigasi geoteknik serta monitoring lapangan.