Berada di dataran rendah dan aliran Sungai Musi, Kota Palembang sangat rentan
terkena banjir dan genangan air. Seiring perkembangan ekonomi dan pertumbuhan
penduduk yang pesat, permintaan akan lahan semakin meningkat, terutama yang
menyebabkan konversi lahan belukar dan rawa menjadi perumahan. Namun, besarnya
konversi lahan tersebut belum dihitung secara kuantitatif dalam alokasi tata ruang,
terlebih lagi pertimbangan dampak banjir yang diakibatkan konversi lahan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk memprediksi pemanfaatan lahan perumahan berkepadatan
tinggi, sedang, dan rendah di masa mendatang yang akan dikaitkan dengan potensi
dampak kerentanan banjir di Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Berdasarkan
simulasi ini, kolam retensi sebagai mitigasi banjir diperkenalkan pada analisis
skenario. Analisis simulasi penggunaan lahan perumahan didasarkan kepada
pendekatan cellular automata yang dikombinasikan dengan analisis multi kriteria
spasial untuk membangun peta transisi potensial penggunaan lahan perumahan.
Analisis multi kriteria yang digunakan meliputi aspek suitibility, accessibility, dan
zoning sesuai dengan RDTR Kecamatan Gandus 2013-2033. Analissi multi kriteria
spasial juga digunakan untuk mengukur potensi kerentanan banjir akibat perubahan
penggunaan lahan di masa mendatang yang mempertimbangkan kemiringan, dan
jenis tanah. Dampak kolam retensi terhadap potensi banjir dianalisis berdasarkan
fuzzy eulidean distance dengan buffer tertentu. Selanjutnya, penelitian ini menyajikan
hasil analisis serta implikasi terhadap perencaaan tata ruang di masa mendatang.
Perpustakaan Digital ITB