digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Berada di dataran rendah dan aliran Sungai Musi, Kota Palembang sangat rentan terkena banjir dan genangan air. Seiring perkembangan ekonomi dan pertumbuhan penduduk yang pesat, permintaan akan lahan semakin meningkat, terutama yang menyebabkan konversi lahan belukar dan rawa menjadi perumahan. Namun, besarnya konversi lahan tersebut belum dihitung secara kuantitatif dalam alokasi tata ruang, terlebih lagi pertimbangan dampak banjir yang diakibatkan konversi lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi pemanfaatan lahan perumahan berkepadatan tinggi, sedang, dan rendah di masa mendatang yang akan dikaitkan dengan potensi dampak kerentanan banjir di Kecamatan Gandus, Kota Palembang. Berdasarkan simulasi ini, kolam retensi sebagai mitigasi banjir diperkenalkan pada analisis skenario. Analisis simulasi penggunaan lahan perumahan didasarkan kepada pendekatan cellular automata yang dikombinasikan dengan analisis multi kriteria spasial untuk membangun peta transisi potensial penggunaan lahan perumahan. Analisis multi kriteria yang digunakan meliputi aspek suitibility, accessibility, dan zoning sesuai dengan RDTR Kecamatan Gandus 2013-2033. Analissi multi kriteria spasial juga digunakan untuk mengukur potensi kerentanan banjir akibat perubahan penggunaan lahan di masa mendatang yang mempertimbangkan kemiringan, dan jenis tanah. Dampak kolam retensi terhadap potensi banjir dianalisis berdasarkan fuzzy eulidean distance dengan buffer tertentu. Selanjutnya, penelitian ini menyajikan hasil analisis serta implikasi terhadap perencaaan tata ruang di masa mendatang.