digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pada konstruksi microtunneling pipe jacking, salah satu parameter yang penting adalah jacking force. Parameter jacking force ini menentukan efisiensi konstruksi. Pada umumnya, nilai jacking force ini ditentukan berdasarkan model prediksi jacking force. Namun, sering kali model jacking force ini memberi nilai yang jauh lebih besar dibandingkan kondisi aktualnya. Tanah yang ditinjau berupa tanah lempung kepasiran sedang. Diameter luar pipa yang ditinjau sebesar 1.74 meter dengan kedalaman pipa sedalam 5 meter diukur dari bagian bawah pipa. Dalam penelitian ini akan dievaluasi besar jacking force dengan metode elemen hingga. Pemodelan dengan metode elemen hingga digunakan untuk mengkalibrasi nilai koefisien friksi dari data lapangan. Nilai koefisien friksi hasil kalibrasi sebesar ? = 0.24 Kemudian, model-model teoritis dihitung berdasarkan persamaan-persamaan beserta parameter koefisien friksi rekomendasi. Hasilnya menunjukkan bahwa semua model memberi prediksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan data lapangan. Lalu model-model teoritis tersebut dihitung kembali menggunakan koefisien friksi hasil kalibrasi. Hasil prediksi menunjukkan bahwa model Bennet dan Staheli memberi prediksi yang mendekati dengan data lapangan. Sedangkan model JSTT, Chapman, Pellet, dan PJA masih memberikan prediksi yang besar. Maka dari penelitian ini untuk tanah medium sandy clay, nilai koefisien friksi yang direkomendasikan sebesar ? = 0.24 atau setara dengan ? = tan(?/2). Model Bennet dan Staheli merupakan model yang dapat memprediksi jacking force lebih akurat.