Kekuatan transversal komposit polimer diperkuat serat searah ditentukan
oleh konsentrasi tegangan yang berkembang pada ligamen matriks sempit di
antara serat-serat yang berdekatan. Meskipun analisis elemen hingga pada
Representative Volume Element (RVE) mampu memprediksi medan tegangan
tersebut secara akurat, simulasi kerusakan progresif hingga penghapusan elemen
(element deletion) memerlukan waktu komputasi mulai dari beberapa jam
hingga beberapa hari, sehingga membatasi pelaksanaan studi parametrik berskala
besar maupun kuantifikasi ketidakpastian. Model surrogate berbasis deep
learning telah dikembangkan sebagai alternatif, namun pendekatan yang ada
umumnya memprediksi pola kerusakan berdasarkan medan tegangan pascakegagalan,
hanya memprediksi lokasi terjadinya kerusakan tanpa memperkirakan
regangan saat inisiasi kerusakan, serta membutuhkan ribuan simulasi sebagai data
pelatihan. Penelitian ini mengembangkan suatu kerangka kerja konvolusional
berbasis kendala fisika (physics-constrained convolutional framework) yang mampu
memprediksi inisiasi kerusakan transversal secara langsung dari kondisi prakegagalan
dengan memanfaatkan kurang dari dua ratus simulasi elemen hingga
yang mempertimbangkan kerusakan. Sebanyak 188 RVE periodik kondisi plane
strain dengan fraksi volume serat antara 0,3 hingga 0,6 dibangkitkan menggunakan
Abaqus dengan model matriks Drucker–Prager, kriteria inisiasi kerusakan ulet
yang bergantung pada triaxialitas tegangan, serta antarmuka kohesif serat–
matriks. Sebuah U-Net yang dikondisikan terhadap regangan digunakan untuk
memprediksi tensor tegangan matriks medan penuh (full-field) dan regangan
plastis terakumulasi, dengan regularisasi menggunakan residual keseimbangan
statik pada bagian interior matriks. Selanjutnya, jaringan kedua memprediksi
i
medan regangan plastis setelah cutoff serta medan regangan menuju kegagalan
(strain-to-failure field), sehingga lokasi inisiasi kerusakan, regangan saat inisiasi,
dan urutan propagasi kerusakan dapat ditentukan secara bersamaan. Perumusan
ulang target pembelajaran dari masker retak biner yang jarang menjadi medan
regangan menuju kegagalan yang kontinu berhasil menurunkan selisih train–
validation overlap dari 0,45 menjadi 0,02. Evaluasi terhadap 26 mikrostruktur
yang sepenuhnya tidak terlihat selama pelatihan menunjukkan bahwa model
prediksi tegangan mencapai koefisien determinasi sebesar 0,966 dengan mean
absolute error sebesar 0,619 MPa (2.9% dari tegangan alir matriks), sedangkan
model prediksi kerusakan mampu menentukan lokasi inisiasi dengan galat periodik
median sebesar 0,6 ?m, menempatkannya dalam radius 5 ?m pada 81% kasus, serta
memprediksi regangan inisiasi dengan mean absolute error sebesar 0,00041, atau
meningkat 40% dibandingkan prediktor dasar terbaik yang hanya memanfaatkan
fraksi volume serat. Metode Monte Carlo dropout selanjutnya digunakan untuk
membangun koridor retak probabilistik, meskipun estimasi ketidakpastiannya
terbukti terlalu percaya diri (overconfident) dan memberikan informasi prediktif
yang terbatas pada tingkat mikrostruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa lokasi dan waktu terjadinya inisiasi kerusakan transversal dapat diprediksi
secara bersamaan dari medan mekanik pra-kegagalan dalam suatu kerangka
pembelajaran yang terpadu dan efisien terhadap keterbatasan data.
Perpustakaan Digital ITB