Pelabuhan Tanjung Priok memiliki peran penting sebagai pusat logistik nasional dan
pintu gerbang perdagangan internasional. Namun, keterhubungan antara terminal
pelabuhan, depo peti kemas, dan kawasan hinterland yang masih terfragmentasi
menyebabkan aliran barang menjadi kurang efisien, meningkatkan biaya transportasi,
serta memperpanjang proses logistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
potensi pengembangan konsep Port Centric Logistic (PCL) pada ekosistem Tanjung
Priok, khususnya di lahan C.03 Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda. Analisis
dilakukan melalui kajian kondisi eksisting ekosistem pelabuhan yang mencakup
analisis hinterland, karakteristik arus peti kemas ekspor impor, fasilitas lahan C.03,
serta penentuan kecenderungan tipe fungsional Port Centric Logistic (PCL).
Selanjutnya, dilakukan analisis kesenjangan (gap analysis) dan Importance and
Performance Analysis (IPA) untuk menentukan prioritas pengembangan fasilitas
pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan Marunda memiliki potensi
untuk dikembangkan sebagai kawasan Port Centric Logistic (PCL) terintegrasi melalui
penyediaan fasilitas seperti Cargo Consolidation and Distribution Center (CCDC),
container management area, manufacturing/assembly area serta aktivitas logistik
bernilai tambah. Konsep pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi
rantai pasok, memperkuat konektivitas antara pelabuhan dan hinterland, serta
mengoptimalkan aktivitas logistik dalam ekosistem Tanjung Priok.
Perpustakaan Digital ITB