Karies gigi akibat Streptococcus mutans adalah masalah kesehatan rongga mulut yang umum dan
hingga kini masih banyak ditangani dengan agen antimikroba konvensional yang memiliki berbagai
keterbatasan dan efek samping. Agen antimikroba konvensional seperti fluorida, klorheksidin,
hidrogen peroksida, setilpiridinium klorida, dan triklosan diketahui memiliki efek samping yang
dapat mengganggu keseimbangan mikrobiom rongga mulut. Oleh karena itu, supernatan bebas sel
dapat menjadi alternatif kandidat terapi karies gigi yang potensial karena aspek keamanan yang
lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antimikroba liofilisat supernatan
bebas sel Lactobacillus plantarum, Lactobacillus rhamnosus, dan kombinasinya (50:50) terhadap S.
mutans, serta memformulasikannya menjadi obat kumur. Pengujian aktivitas antimikroba
dilakukan menggunakan metode mikrodilusi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum
(KHM) dan drop test untuk menentukan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Liofilisat supernatan
bebas sel L. plantarum menunjukkan aktivitas antimikroba paling baik dengan KHM 10 mg/mL dan
KBM 40 mg/mL sehingga diformulasikan ke dalam sediaan obat kumur menggunakan gliserin
sebagai humektan, sorbitol sebagai pemanis non-kariogenik, kalium sorbat sebagai pengawet,
mentol sebagai perisa, dan akuades sebagai pembawa atau pelarut. Obat kumur berbasis liofilisat
supernatan bebas sel L. plantarum dievaluasi aktivitasnya menggunakan metode time-kill assay dan
stabilitasnya menggunakan pengamatan organoleptik, pH, dan viskositas selama 28 hari. Obat
kumur berbasis liofilisat supernatan bebas sel L. plantarum dengan pH 4,8 dan viskositas 1,1 cP
menunjukkan stabilitas fisik yang baik selama 28 hari dengan tingkat bakterisida 93,33%, tidak
berbeda signifikan dengan kontrol positif klorheksidin 2%. Hasil ini menunjukkan potensi liofilisat
supernatan bebas sel L. plantarum sebagai agen antimikroba alternatif untuk karies gigi dalam obat
kumur.
Perpustakaan Digital ITB