Infark miokard merupakan salah satu penyebab utama disfungsi jantung dan
kematian global yang dipicu oleh akumulasi stres oksidatif serta badai sitokin
inflamasi. Zingiber officinale var. rubrum Theilade (ZOR) dan Curcuma longa
Valeton (CL) memiliki aktivitas kardioprotektif, namun efektivitas penggunaan
tunggalnya dibatasi oleh rendahnya kelarutan CL serta risiko iritasi lambung akibat
penggunaan ZOR dosis tinggi. Penelitian ini menggunakan kombinasi ZOR/CL
guna memberikan efek sinergis. Pendekatan kombinasi ini diharapkan dapat
menurunkan dosis ZOR untuk mengurangi efek samping pada lambung, sekaligus
meningkatkan kelarutan CL sehingga bioavailabilitasnya di dalam tubuh menjadi
lebih optimal. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi pemeriksaan
karakterisasi ekstrak dan skrining fitokimia, pengujian toksisitas akut pada ekstrak
tunggal dan kombinasinya, skrining potensi farmakologi melalui uji aktivitas
antioksidan dan antiinflamasi, serta pengujian efek kardioprotektif dengan berbagai
parameter dan kajian mekanisme kerjanya. Secara keseluruhan, penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi profil keamanan, efikasi kardioprotektif, dan
mekanisme molekuler kombinasi ekstrak ZOR/CL dalam menghambat cedera
miokardium.
Sampel tanaman diperoleh dari Bumi Herbal Dago dan diekstraksi menggunakan
metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Tahapan penelitian diawali dengan
standardisasi ekstrak dan penapisan fitokimia mengacu pada ketentuan Farmakope
Herbal Indonesia (FHI). Uji keamanan dilakukan melalui evaluasi toksisitas akut in
vivo hingga dosis kombinasi total 5.000 mg/kg BB (ZOR2500/CL2500)
menggunakan metode fixed-dose sesuai panduan OECD No. 420 (2021) dan
Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI No. 10 Tahun 2022.
Skrining potensi aktivitas antioksidan diuji secara in vitro melalui penangkapan
radikal bebas DPPH, sedangkan efek anti-inflamasi dievaluasi menggunakan model
paw edema. Efek kardioprotektif anti-infark diuji secara in vivo pada model hewan
coba yang diinduksi isoproterenol (85 mg/kg BB) dengan mengukur kadar
biomarker jantung (AST, ALT, LDH, CK, CK-MB, cTnT), sitokin pro-inflamasi
(IL-6, IL-1?, TNF-?), serta enzim antioksidan endogen (SOD, Katalase, GSH).
Kerusakan struktur jaringan miokardium dievaluasi melalui analisis histopatologi
dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Mekanisme molekuler dari kombinasi
ini dianalisis menggunakan metode Western Blot (WB) pada kaskade pensinyalan
hulu-hilir PI3K/Akt sel kardiomiosit.
Hasil standardisasi menunjukkan bahwa ekstrak kental ZOR dan CL memenuhi
parameter mutu kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar abu
larut air, serta kadar sari larut air dan etanol yang dipersyaratkan oleh Farmakope
Herbal Indonesia. Penapisan fitokimia mengonfirmasi keberadaan senyawa
golongan alkaloid, polifenol, tanin, monoterpene/seskuiterpen dan flavonoid yang
konsisten, baik pada simplisia maupun pada bentuk ekstrak kentalnya. Pada aspek
keamanan, uji toksisitas akut menunjukkan profil keamanan yang tinggi dari
kombinasi ZOR/CL, ditandai dengan tidak adanya mortalitas maupun gejala klinis
toksik pada dosis kombinasi maksimal 5.000 mg/kg BB. Secara in vitro, kombinasi
ekstrak ZOR/CL juga menunjukkan aktivitas antioksidan kuat (IC50 = 21,935 ± 1,122
ppm), setara dengan ekstrak tunggal. Pada model edema kaki yang diinduksi
karagenan, kombinasi ZOR150/CL150 memberikan efek anti-inflamasi yang
sebanding dengan kontrol positif (Natrium Diklofenak 4,5 mg/kg BB), meskipun
dosis masing-masing ekstrak tunggal di dalamnya hanya digunakan setengah dari
dosis standar. Data pada menit ke-180 (T180) membuktikan bahwa kombinasi
ZOR150/CL150 menghasilkan reduksi inflamasi yang superior mencapai 74,233%,
melampaui efek ekstrak tunggal CL 300 (70,044%) dan ZOR 300 (46,150%).
Pada kondisi infark miokard akibat induksi isoproterenol (ISO) 85 mg/kg BB,
pemberian ekstrak ZOR, CL, maupun kombinasinya terbukti secara signifikan
(p<0,05) menekan peningkatan kadar biomarker kerusakan jantung (ALT, AST,
CK, CK-MB, dan cTnT) dibandingkan kelompok kontrol sakit, yang menunjukkan
terjaganya integritas membran kardiomiosit. Efek kardioprotektif ini didukung oleh
pemutusan rantai inflamasi kardiak dan pemulihan sistem antioksidan endogen
yang kuat. Kombinasi ZOR75/CL225 berhasil menekan pelepasan TNF-? hingga
50% ke kadar 124,85±28,43 ng/L dibandingkan kelompok kontrol sakit yang
meningkat hingga 249,61±63,3 ng/L. Respons penghambatan ini selaras dengan
kadar IL-6 yang mampu dipertahankan pada kadar 6,40±1,5 ng/L (ZOR75/CL225)
hingga 7,52±0,80 ng/L (ZOR150/CL150) [kontrol sakit: 9,65±2,43 ng/L], serta
kadar IL-1? yang terjaga pada 11,25±0,85 ng/L (ZOR75/CL225) hingga
12,30±1,12 ng/L (ZOR150/CL150) [kontrol sakit: 13,57±0,98 ng/L]. Sejalan
dengan hambatan peradangan tersebut, aktivitas antioksidan endogen meningkat
drastis; kadar GSH meningkat hingga kadar 214,77±45,69 mg/L (ZOR75/CL225)
dibandingkan kontrol sakit yang hanya sebesar 94,63±18,22 mg/L. Aktivitas
Katalase (CAT) juga dipertahankan hampir dua kali lipat lebih tinggi dari kontrol
sakit (14,71±3,52 ng/mL) pada kadar 27,26±1,47 ng/mL (ZOR75/CL225) hingga
30,16±4,11 ng/mL (ZOR150/CL150). Peningkatan aktivitas Superoksida
Dismutase (SOD) pun terlihat sangat signifikan mencapai 3,16±0,08 ng/mL
(ZOR75/CL225) hingga 4,53±1,74 ng/mL (ZOR225/CL75) dibandingkan kontrol
sakit (0,90±0,36 ng/mL). Efek kombinasi ZOR/CL ini didukung juga oleh hasil
histopatologi dengan pewarnaan HE yang memperlihatkan hambatan terhadap
perkembangan nekrosis, lisis, dan infiltrasi sel radang pada jaringan miokardium.
Secara molekuler, analisis Western Blot membuktikan secara kuantitatif bahwa
kombinasi ZOR/CL mampu mencegah cedera miokardium melalui aktivasi
pensinyalan survival PI3K/Akt. Secara keseluruhan, pemberian kombinasi ekstrak
ZOR/CL terbukti memiliki efek kardioprotektif serta memberikan perlindungan
jantung yang setara dengan ekstrak tunggalnya, namun lebih baik dalam efek
keamanannya dibanding tunggalnya karena kombinasi ini dapat mengurangi efek
samping pada pencernaan akibat penggunaan ZOR. Selain itu, kombinasi ini
mampu saling melengkapi dengan mengatasi kelemahan sifat CL yang sulit larut,
sehingga absorpsi dan efikasi zat aktif di dalam tubuh menjadi lebih optimal.
Perpustakaan Digital ITB