digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Infark miokard merupakan salah satu penyebab utama disfungsi jantung dan kematian global yang dipicu oleh akumulasi stres oksidatif serta badai sitokin inflamasi. Zingiber officinale var. rubrum Theilade (ZOR) dan Curcuma longa Valeton (CL) memiliki aktivitas kardioprotektif, namun efektivitas penggunaan tunggalnya dibatasi oleh rendahnya kelarutan CL serta risiko iritasi lambung akibat penggunaan ZOR dosis tinggi. Penelitian ini menggunakan kombinasi ZOR/CL guna memberikan efek sinergis. Pendekatan kombinasi ini diharapkan dapat menurunkan dosis ZOR untuk mengurangi efek samping pada lambung, sekaligus meningkatkan kelarutan CL sehingga bioavailabilitasnya di dalam tubuh menjadi lebih optimal. Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi pemeriksaan karakterisasi ekstrak dan skrining fitokimia, pengujian toksisitas akut pada ekstrak tunggal dan kombinasinya, skrining potensi farmakologi melalui uji aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, serta pengujian efek kardioprotektif dengan berbagai parameter dan kajian mekanisme kerjanya. Secara keseluruhan, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil keamanan, efikasi kardioprotektif, dan mekanisme molekuler kombinasi ekstrak ZOR/CL dalam menghambat cedera miokardium. Sampel tanaman diperoleh dari Bumi Herbal Dago dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Tahapan penelitian diawali dengan standardisasi ekstrak dan penapisan fitokimia mengacu pada ketentuan Farmakope Herbal Indonesia (FHI). Uji keamanan dilakukan melalui evaluasi toksisitas akut in vivo hingga dosis kombinasi total 5.000 mg/kg BB (ZOR2500/CL2500) menggunakan metode fixed-dose sesuai panduan OECD No. 420 (2021) dan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI No. 10 Tahun 2022. Skrining potensi aktivitas antioksidan diuji secara in vitro melalui penangkapan radikal bebas DPPH, sedangkan efek anti-inflamasi dievaluasi menggunakan model paw edema. Efek kardioprotektif anti-infark diuji secara in vivo pada model hewan coba yang diinduksi isoproterenol (85 mg/kg BB) dengan mengukur kadar biomarker jantung (AST, ALT, LDH, CK, CK-MB, cTnT), sitokin pro-inflamasi (IL-6, IL-1?, TNF-?), serta enzim antioksidan endogen (SOD, Katalase, GSH). Kerusakan struktur jaringan miokardium dievaluasi melalui analisis histopatologi dengan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (HE). Mekanisme molekuler dari kombinasi ini dianalisis menggunakan metode Western Blot (WB) pada kaskade pensinyalan hulu-hilir PI3K/Akt sel kardiomiosit. Hasil standardisasi menunjukkan bahwa ekstrak kental ZOR dan CL memenuhi parameter mutu kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, kadar abu larut air, serta kadar sari larut air dan etanol yang dipersyaratkan oleh Farmakope Herbal Indonesia. Penapisan fitokimia mengonfirmasi keberadaan senyawa golongan alkaloid, polifenol, tanin, monoterpene/seskuiterpen dan flavonoid yang konsisten, baik pada simplisia maupun pada bentuk ekstrak kentalnya. Pada aspek keamanan, uji toksisitas akut menunjukkan profil keamanan yang tinggi dari kombinasi ZOR/CL, ditandai dengan tidak adanya mortalitas maupun gejala klinis toksik pada dosis kombinasi maksimal 5.000 mg/kg BB. Secara in vitro, kombinasi ekstrak ZOR/CL juga menunjukkan aktivitas antioksidan kuat (IC50 = 21,935 ± 1,122 ppm), setara dengan ekstrak tunggal. Pada model edema kaki yang diinduksi karagenan, kombinasi ZOR150/CL150 memberikan efek anti-inflamasi yang sebanding dengan kontrol positif (Natrium Diklofenak 4,5 mg/kg BB), meskipun dosis masing-masing ekstrak tunggal di dalamnya hanya digunakan setengah dari dosis standar. Data pada menit ke-180 (T180) membuktikan bahwa kombinasi ZOR150/CL150 menghasilkan reduksi inflamasi yang superior mencapai 74,233%, melampaui efek ekstrak tunggal CL 300 (70,044%) dan ZOR 300 (46,150%). Pada kondisi infark miokard akibat induksi isoproterenol (ISO) 85 mg/kg BB, pemberian ekstrak ZOR, CL, maupun kombinasinya terbukti secara signifikan (p<0,05) menekan peningkatan kadar biomarker kerusakan jantung (ALT, AST, CK, CK-MB, dan cTnT) dibandingkan kelompok kontrol sakit, yang menunjukkan terjaganya integritas membran kardiomiosit. Efek kardioprotektif ini didukung oleh pemutusan rantai inflamasi kardiak dan pemulihan sistem antioksidan endogen yang kuat. Kombinasi ZOR75/CL225 berhasil menekan pelepasan TNF-? hingga 50% ke kadar 124,85±28,43 ng/L dibandingkan kelompok kontrol sakit yang meningkat hingga 249,61±63,3 ng/L. Respons penghambatan ini selaras dengan kadar IL-6 yang mampu dipertahankan pada kadar 6,40±1,5 ng/L (ZOR75/CL225) hingga 7,52±0,80 ng/L (ZOR150/CL150) [kontrol sakit: 9,65±2,43 ng/L], serta kadar IL-1? yang terjaga pada 11,25±0,85 ng/L (ZOR75/CL225) hingga 12,30±1,12 ng/L (ZOR150/CL150) [kontrol sakit: 13,57±0,98 ng/L]. Sejalan dengan hambatan peradangan tersebut, aktivitas antioksidan endogen meningkat drastis; kadar GSH meningkat hingga kadar 214,77±45,69 mg/L (ZOR75/CL225) dibandingkan kontrol sakit yang hanya sebesar 94,63±18,22 mg/L. Aktivitas Katalase (CAT) juga dipertahankan hampir dua kali lipat lebih tinggi dari kontrol sakit (14,71±3,52 ng/mL) pada kadar 27,26±1,47 ng/mL (ZOR75/CL225) hingga 30,16±4,11 ng/mL (ZOR150/CL150). Peningkatan aktivitas Superoksida Dismutase (SOD) pun terlihat sangat signifikan mencapai 3,16±0,08 ng/mL (ZOR75/CL225) hingga 4,53±1,74 ng/mL (ZOR225/CL75) dibandingkan kontrol sakit (0,90±0,36 ng/mL). Efek kombinasi ZOR/CL ini didukung juga oleh hasil histopatologi dengan pewarnaan HE yang memperlihatkan hambatan terhadap perkembangan nekrosis, lisis, dan infiltrasi sel radang pada jaringan miokardium. Secara molekuler, analisis Western Blot membuktikan secara kuantitatif bahwa kombinasi ZOR/CL mampu mencegah cedera miokardium melalui aktivasi pensinyalan survival PI3K/Akt. Secara keseluruhan, pemberian kombinasi ekstrak ZOR/CL terbukti memiliki efek kardioprotektif serta memberikan perlindungan jantung yang setara dengan ekstrak tunggalnya, namun lebih baik dalam efek keamanannya dibanding tunggalnya karena kombinasi ini dapat mengurangi efek samping pada pencernaan akibat penggunaan ZOR. Selain itu, kombinasi ini mampu saling melengkapi dengan mengatasi kelemahan sifat CL yang sulit larut, sehingga absorpsi dan efikasi zat aktif di dalam tubuh menjadi lebih optimal.