Isoprena merupakan bahan baku penting industri karet sintetis yang masih banyak diproduksi dari sumber petrokimia. Karet alam berpotensi menjadi bahan baku terbarukan karena tersusun terutama atas cis-1,4-poliisoprena. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh jenis bahan baku dan temperatur terhadap produk pirolisis karet alam. Bahan baku meliputi karet alam padat (NR), karet alam terdeproteinasi (NRDP), dan lateks karet alam (NRL). Pirolisis dilakukan tanpa katalis pada 500, 600, dan 700 °C dalam atmosfer nitrogen 50 mL/menit, sedangkan produk cair dianalisis menggunakan GC-MS dan GC-FID. Yield bio-oil NR cenderung menurun pada temperatur tinggi, sedangkan NRDP meningkat dari 35,1% menjadi 50,3% dan fraksi cair NRL meningkat dari 26,4% menjadi 37,8%. NRDP pada 500 °C menghasilkan limonena sekitar 68%, sedangkan temperatur 600–700 °C menggeser produk menuju senyawa aromatik, terutama toluena dan xilena. Kondisi optimum pembentukan isoprena belum dapat ditentukan secara jelas. Hasil menunjukkan bahwa jenis bahan baku dan temperatur memengaruhi distribusi produk pirolisis karet alam.
Perpustakaan Digital ITB