Abstrak -ATTARA MAJESTA AYUB
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Prediksi protein-ligand binding affinity (BA) merupakan tahap awal yang penting
dalam alur drug discovery. BA menyatakan seberapa kuat sebuah ligan menempel
pada protein target yang dinyatakan dalam satuan pK. Metode quantum machine
learning untuk persoalan ini umumnya memakai quantum encoding generik, yaitu
angle, dense-angle, atau amplitude encoding, yang memperlakukan vektor fitur
protein-ligan sebagai vektor angka biasa tanpa mempertahankan makna fisis
interaksi atomik pada parameter gerbang. Tugas akhir ini menghasilkan Physics-
Informed Lennard-Jones Coulomb Encoding (PI-LJC), yaitu quantum encoding
yang sudut rotasinya diparameterisasi langsung oleh potensial Lennard-Jones dan
suku Coulomb tersaring dari pasangan atom antarmolekul. Seluruh pasangan atom
pada binding pocket diagregasi ke dalam 8 kulit jarak konsentris dengan 3 kanal
per kulit, menghasilkan 24 nilai yang dipetakan ke 8 qubit, sehingga satu qubit
merepresentasikan satu wilayah ruang dan satu sumbu rotasi merepresentasikan
satu jenis besaran fisis. Energi Lennard-Jones teragregasi per kulit dinormalisasi ke
rentang sudut lalu dikenakan sebagai rotasi Rx, energi Coulomb tersaring
teragregasi sebagai rotasi Ry, dan jumlah kontak per kulit setelah transformasi
logaritmik sebagai rotasi Rz. PI-LJC dipasangkan dengan Variational Quantum
Regression berparameter 72 dan dievaluasi pada PDBbind melalui core 2016
sebagai uji in-distribution serta Test105 dan Test71 sebagai uji out-of-distribution.
Analisis memetakan 5 titik penyisipan informasi fisis pada alur QML dan
menurunkan 7 kebutuhan rancangan yang direalisasikan sebagai tujuh konfigurasi
eksperimen terkontrol, dilengkapi ablation atas 6 keputusan desain serta pelaporan
berpasangan yang menyertakan ukuran efek dan selang kepercayaan. Pada fitur
masukan setara, PI-LJC menaikkan korelasi jarak fisis terhadap jarak keadaan
kuantum dari 0,34 menjadi 0,82 dan quantum kernel alignment dari 0,21 menjadi
0,47, serta menurunkan generalization gap pada Test71 dari 0,22 menjadi 0,14
dengan Cohen's d sebesar 1,6. Dengan tiga seed, perbedaan tersebut belum dapat
diuji signifikansinya secara memadai. PI-LJC juga tidak mengungguli baseline
klasik pada data in-distribution, sehingga hasil ini memposisikan physics-informed
quantum encoding sebagai arah yang menjanjikan sekaligus menegaskan batasnya
sebagai studi awal dua komponen fisis pada simulator.
Perpustakaan Digital ITB