digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 Pramudita Bekti Rahajeng
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Pramudita Bekti Rahajeng
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Pramudita Bekti Rahajeng
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Pramudita Bekti Rahajeng
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Pramudita Bekti Rahajeng
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA Pramudita Bekti Rahajeng
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Sump J yang berada di Pit A PT XYZ direncanakan untuk dialihfungsikan menjadiareain pit dump. Kondisi tersebut mengharuskan air yang tertampung di dalamsumpdikosongkan secara efektif agar kegiatan penimbunan dapat dilaksanakansesuai rencana. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi metode penirisan yang mampumempercepat proses pengosongansumpsekaligus menekan penggunaan bahanbakar dan biaya operasional. Penelitian ini bertujuan membandingkan dua alternatifsistem penirisan, yaitu Skenario 1 berupa pemompaan langsung dan Skenario 2berupa kombinasi sistemsiphondan pemompaan. Metodologi penelitian meliputipengolahan data curah hujan harian periode 2015–2024 menggunakan persentil ke-90 (P90) sebagai kondisi curah hujan representatif, perhitungan debit limpasan,penyusunan neraca air harian, analisis kapasitas penirisan, estimasi durasipengosongansump, perhitungan konsumsi bahan bakar, serta evaluasi biayaoperasional dan biaya instalasi pipa pada masing-masing skenario. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa Skenario 2 memberikan kinerja penirisan yang lebih baikdibandingkan Skenario 1. Pada kondisi kebutuhan penirisan tertinggi yang terjadipada bulan November, durasi pengosongansumpdapat dikurangi dari 29 hari padaSkenario 1 menjadi 22 hari pada Skenario 2. Selain itu, penerapan kombinasisiphondan pemompaan mampu menurunkan konsumsi bahan bakar sebesar 24,49%.Meskipun biaya instalasi pipa pada Skenario 2 sekitar 1,78% lebih tinggidibandingkan Skenario 1, pengurangan durasi penirisan dan konsumsi bahan bakarmenunjukkan bahwa Skenario 2 lebih efisien dari aspek operasional. Berdasarkanhasil tersebut, kombinasisiphondan pemompaan direkomendasikan sebagaimetode penirisan untuk pengosonganSumpJ sebelum dialihfungsikan menjadiinpit dump, dengan bulan Juli sebagai periode pelaksanaan yang paling optimal.