Keselamatan penerbangan pada fase kritis, terutama pendekatan akhir dan goaround,
secara fundamental diatur oleh kondisi energi pesawat, yang didefinisikan
sebagai jumlah energi kinetik dan potensial per unit mass. Meskipun data Flight
Data Monitoring (FDM) dan Quick Access Recorder (QAR) tersedia, kerangka
kerja kuantitatif yang menghubungkan kondisi energi pendekatan dengan
kelayakan go-around menggunakan data operasional skala besar masih sangat
terbatas. Studi ini mengusulkan kerangka kerja berbasis data dan informasi fisika
(physics-informed) untuk mengkarakterisasi profil energi pesawat dalam jendela
pendekatan akhir 1.000 kaki di atas permukaan tanah (AGL) dan mengevaluasi
kemampuan pemulihannya (recoverability). Dataset yang terdiri dari 4.219
penerbangan Boeing 747-400 diproses melalui prapemrosesan terstruktur,
termasuk segmentasi temporal, penyaringan berbasis Median Absolute Deviation
(MAD), dan pemeriksaan kelayakan fisik, menghasilkan 3.847 sampel tervalidasi
(retensi 91,18%). Fitur berbasis energi
-negatif diekstraksi
dan disempurnakan melalui analisis korelasi Pearson. Label proxy kelayakan goaround
dikonstruksi menggunakan ambang batas berbasis kuantil persentil ke-95
pada composite energy score (ambang batas 4,2406), mengklasifikasikan tepat 193
penerbangan (5,02%) sebagai non-recoverable. Pengklasifikasi terpandu bebas
kebocoran data (leakage-free Logistic Regression) mencapai tingkat diskriminasi
yang luar biasa dengan ROC-AUC sebesar 0,9719, PR-AUC sebesar 0,7078, dan
sensitivitas (Recall) prioritas keselamatan sebesar 91,71%. Model pembelajaran
mesin tanpa pengawasan (Isolation Forest dan One-Class SVM) secara
independen mengonfirmasi hasil tersebut dengan mengidentifikasi konvergensi
pada 8 penerbangan anomali paling ekstrem di ekor distribusi. Kerangka kerja
yang diusulkan mengintegrasikan teori manajemen energi klasik dengan
pembelajaran mesin modern, menyediakan metodologi yang dapat direproduksi
untuk penilaian keselamatan pendekatan skala besar.
Perpustakaan Digital ITB