Abstrak - Fathira Aragio
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Persaingan pada industri food and beverage menuntut perusahaan untuk memahami karakteristik pelanggan agar strategi pemasaran dapat diterapkan secara lebih efektif. Perusahaan X masih menerapkan strategi pemasaran yang bersifat umum, padahal pelanggan memiliki karakteristik yang heterogen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah cluster yang optimal, membentuk segmentasi pelanggan yang representatif, serta menginterpretasikan hasil segmentasi ke dalam strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP).
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sebanyak 889 responden. Segmentasi pelanggan dilakukan menggunakan metode Hierarchical Cluster Analysis, kemudian karakteristik setiap cluster dianalisis melalui cross tabulation, One-Way ANOVA, dan uji Tukey. Hasil segmentasi selanjutnya diinterpretasikan ke dalam strategi STP dan digunakan sebagai dasar pemilihan strategi bersaing Focus Differentiation.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cluster yang optimal adalah 15 cluster dengan karakteristik pelanggan yang berbeda secara signifikan (p-value < 0,001). Dimensi Media Sosial mendominasi 8 cluster, Performance mendominasi 5 cluster, dan Pesona Perusahaan X mendominasi 4 cluster, dengan Cluster 5 dan Cluster 8 memiliki dua dimensi dominan, yaitu Performance dan Media Sosial. Berdasarkan analisis STP, Cluster 3, Cluster 5, Cluster 6, dan Cluster 8 ditetapkan sebagai target primer. Positioning yang diusulkan adalah menjadikan Perusahaan X sebagai café yang menghadirkan kualitas produk dan pelayanan yang konsisten, membangun hubungan melalui komunikasi digital, serta menciptakan pengalaman pelanggan yang berkesan melalui tagline "Quality That Connects. Experience That Lasts." Penelitian ini menghasilkan rekomendasi strategi Focus Differentiation sebagai dasar penyusunan strategi pemasaran yang lebih efektif dan berbasis data.
Perpustakaan Digital ITB