Wayang kulit Jekdong salah satu khasanah budaya yang tidak banyak disorot oleh dunia penelitian. Ruang lingkup budaya kesenian wayang kulit Jekdong, menjadi unik ketika sebuah budaya wayang kulit tumbuh dan berkembang pada kebudayaan Arek sebagai budaya rakyat yang independen. Masih belum banyaknya perhatian dari dunia akademisi, mendorong penelitian ini dilakukan sebagai kontribusi perkembangan dan kelestarian kesenian wayang Jekdong di masa depan. Penelitian ini berfokus pada pembahasan fenomena perbedaan rupa pada boneka peraga wayang Jekdong pada tiga periode yang berbeda.
Perbedaan-perbedaan rupa diamati pada empat figur boneka wayang Jekdong dengan rentang masa pembuatan tahun 1960an, 1990an, dan 2014an. Sampel boneka wayang yang dipilih meliputi Semar, Bagong, Bethara Kala serta Gathotkaca Kurdha yang sering ditampilkan pada pagelaran wayang Jekdong. Proses analisis akan dikaji berdasarkan pendekatan kualitatif dengan instrumen-intrumen analisis etnografi Spradley yang di dukung oleh pembedahan pemaknaan berdasarkan teori semiotika.
Hasil analisis menunjukan bahwa perbedaan-perbedaan perupaan antar periode, menunjukan keterikatan yang erat terhadap nilai karakter masyarakat budaya Arek sebagai bagian budaya rakyat yang penuh kelugasan, pengaruh nilai-nilai Islam masyarakat pesisir dan nilai-nilai budaya elit masyarakat Jawa. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, dapat memberikan kontribusi keilmuan boneka peraga wayang Jekdong dalam sudut pandang keilmuan desain.
Perpustakaan Digital ITB