digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB 1 - Michael Patrick Thamrin
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Michael Patrick Thamrin
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Michael Patrick Thamrin
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Michael Patrick Thamrin
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Michael Patrick Thamrin
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Michael Patrick Thamrin
Terbatas  Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan nilai tambah feronikel (FeNi) dapat dilakukan melalui jalur hidrometalurgi untuk menghasilkan produk nikel dengan kemurnian lebih tinggi. Pada proses pelindian FeNi menggunakan asam klorida (HCl), HCl bebas masih dapat tersisa dalam rafinat setelah tahap pemisahan Fe dan berpotensi meningkatkan konsumsi reagen pada tahap pemurnian berikutnya. HCl tersebut juga berpotensi di-recovery untuk digunakan kembali pada proses pelindian. Penelitian ini bertujuan mempelajari ekstraksi dan stripping HCl dari larutan artifisial hasil pelindian FeNi menggunakan tris(2-ethylhexyl)amine (TEHA), mengevaluasi ko-ekstraksi Ni, serta mempelajari penerapan cross-current stripping untuk meningkatkan perolehan kembali HCl. Percobaan menggunakan larutan artifisial yang menyimulasikan pregnant leach solution (PLS) FeNi setelah tahap pemurnian Fe. Pada tahap ekstraksi dipelajari pengaruh jenis diluen, konsentrasi TEHA, dan rasio fasa organik terhadap fasa aqueous (O/A) terhadap ekstraksi HCl dan ko-ekstraksi Ni. Diluen yang digunakan adalah 1-octanol dan kerosin. Fasa organik hasil ekstraksi (loaded organic) kemudian digunakan pada tahap stripping menggunakan akuades dengan variasi rasio O/A dan temperatur. Kondisi stripping terpilih selanjutnya diterapkan pada cross-current stripping menggunakan akuades baru pada setiap tahap. Konsentrasi asam bebas ditentukan melalui titrasi asam bebas, sedangkan konsentrasi Ni dianalisis menggunakan atomic absorption spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1-octanol dipilih sebagai diluen karena menghasilkan fasa organik yang lebih stabil dibandingkan kerosin. Kondisi optimum ekstraksi diperoleh pada 40% TEHA dalam 1-octanol dan rasio O/A 4:1 dengan ekstraksi HCl sebesar 99,20% dan ko-ekstraksi Ni sebesar 0,87%. Kondisi stripping terpilih diperoleh pada rasio O/A 0,5:1 dan temperatur 40 °C dengan efisiensi stripping HCl sebesar 25,21% serta konsentrasi HCl dalam strip liquor sebesar 2,95 g/L. Penerapan cross-current stripping selama enam tahap menghasilkan perolehan HCl kumulatif sebesar 73,06% dengan perolehan Ni kumulatif sebesar 2,47%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem TEHA–1- octanol berpotensi digunakan untuk perolehan HCl dari rafinat hasil pelindian FeNi, meskipun konsentrasi HCl hasil stripping masih perlu ditingkatkan untuk mendukung penggunaan kembali pada tahap pelindian.