digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa memperkenalkan harga karbon ke dalam perdagangan internasional dan menciptakan tekanan baru bagi eksportir berintensitas karbon tinggi, khususnya sektor besi dan baja. Penelitian ini menganalisis apakah perusahaan besi dan baja tercatat perlu meningkatkan kinerja lingkungannya agar tetap kompetitif di bawah CBAM, dengan menggunakan respons investor sebagai indikator awal. Metode event study diterapkan pada dua peristiwa CBAM, yaitu Provisional Agreement pada 13 Desember 2022 dan Definitive Implementation Phase pada 1 Januari 2026, dengan mengukur abnormal return dan trading volume activity. Sampel penelitian terdiri dari perusahaan besi dan baja tercatat dari China, India, Korea Selatan, Taiwan, Turki, dan Vietnam, yang dibagi ke dalam subkelompok High dan Low Environmental Performance berdasarkan LSEG Environmental Pillar Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Provisional Agreement, sampel penuh mencatat abnormal return positif signifikan dan penurunan trading volume activity yang signifikan, sementara perusahaan Low Environmental Performance mencatat abnormal return positif marginal. Pada Definitive Implementation Phase, trading volume activity meningkat signifikan pada sampel penuh dan perusahaan High Environmental Performance, sementara perusahaan Low Environmental Performance mencatat abnormal return negatif marginal. Temuan ini menunjukkan bahwa ketika CBAM menjadi semakin mengikat, kinerja lingkungan menjadi semakin penting bagi perusahaan besi dan baja tercatat. Peningkatan kinerja lingkungan dapat membantu perusahaan mengurangi eksposur terhadap CBAM, memperkuat daya saing di pasar Uni Eropa, dan beradaptasi lebih baik terhadap regulasi karbon yang semakin ketat. Kata kunci: CBAM, event study, abnormal return, trading volume activity, kinerja lingkungan, besi dan baja.