digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Firdaus Ilham
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

COVER Firdaus Ilham
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Firdaus Ilham
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Firdaus Ilham
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Firdaus Ilham
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Firdaus Ilham
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Firdaus Ilham
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Firdaus Ilham
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Limbah pewarna industri, khususnya methylene blue, merupakan salah satu polutan berbahaya karena bersifat toksik bagi lingkungan dan kesehatan, disertai karakteristiknya yang sulit terdegradasi. Metode adsorpsi menjadi alternatif yang efektif dan ekonomis, namun performa adsorben, seperti zeolit alami, masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa zeolit alami yang dimodifikasi dengan asap cair biomassa sengon ( Falcataria moluccana ) serta dilapisi biofilm Pseudomonas fluorescens dalam mengadsorpsi methylene blue pada sistem kontinu. Zeolit dimodifikasi dengan asap cair yang dimurnikan menggunakan rotary evaporator dengan variasi konsentrasi asap cair 0%, 1%, 2%, dan 3% (volume/volume), kemudian digunakan sebagai media pembentukan biofilm selama 7 hari di media mineral salt . Karakterisasi asap cair dilakukan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry , sedangkan adsorben dianalisis menggunakan Fourier Transform Infrared - Attenuated Total Reflectance dan Scanning Electron Microscopy - Energy Dispersive Spectroscopy . Uji adsorpsi dilakukan dalam kolom kontinu dengan penentuan kurva breakthrough , kapasitas adsorpsi eksperimen, serta pemodelan menggunakan model Thomas dan Yoon-Nelson. Hasil menunjukkan asap cair murni memiliki karakteristik pH 2,8 dengan kandungan asam 17,42%, senyawa fenolik 39,3%, dan senyawa terpenoid 24,19% yang mampu meningkatkan porositas adsorben sebesar 20% secara signifikan (p < 0,05). Pembentukan biofilm pada zeolit meningkatkan interaksi polutan-adsorben melalui pembentukan gugus fungsi berbasis senyawa organik. Zeolit termodifikasi biofilm tanpa penambahan asap cair menunjukkan kapasitas adsorpsi tertinggi sebesar 18,37 mg/g, efektivitas adsorpsi 100%, persentase penghilangan 41,25%, dan waktu break point pada 154 menit. Pemodelan adsorpsi Yoon-Nelson menjelaskan fenomena adsorpsi lebih baik pada seluruh variasi konsentrasi asap cair, 1%, 2%, dan 3%, dengan nilai R² terkecil 0,943. Analisis FTIR mengindikasikan adanya penambahan gugus fungsi seperti hidroksil, amina, dan karboksil, sementara hasil SEM menunjukkan perubahan morfologi berupa peningkatan porositas permukaan. Hasil EDS mengonfirmasi adanya persentase massa karbon pada permukaan adsorben sebesar 10,89%, dengan penurunan massa silikon dan aluminium menjadi 28,49% dan 5,44%. Modifikasi biologis melalui penambahan biofilm pada adsorben berpotensi dikembangkan sebagai teknologi pengolahan limbah yang efisien dan berkelanjutan.