digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - ADRENITO MUHAMMAD
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Sedimentasi waduk merupakan salah satu tantangan utama yang menyebabkan berkurangnya kapasitas tampungan waduk dan memperpendek umur layan waduk. Sediment Bypass Tunnel (SBT) merupakan salah satu metode pengelolaan sedimen yang efektif dengan memanfaatkan debit banjir untuk mengalihkan aliran yang mengandung sedimen sebelum sedimen tersebut mengendap di dalam waduk. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Sediment Bypass Tunnel pada Waduk Cijurey serta mengevaluasi efektivitasnya dalam mengurangi sedimentasi menggunakan pemodelan numerik dua dimensi dengan HEC-RAS pada dua skenario, yaitu tanpa SBT dan dengan SBT. Kedua skenario menggunakan debit harian yang dibangkitkan dengan metode Julian Day Flow berdasarkan debit banjir rencana periode ulang lima tahun. Bangunan pengambilan tipe B dipilih berdasarkan kondisi topografi dan karakteristik hidraulik Waduk Cijurey yang menerima aliran masuk dari dua sungai hulu dengan kontribusi sedimen yang relatif sebanding, sehingga bangunan tersebut mampu menangkap sedimen yang terbawa dari kedua aliran sungai secara efektif. Analisis hidraulika bangunan pengambilan dilakukan menggunakan perangkat lunak HY-8 untuk mengevaluasi dimensi rencana terowongan serta memverifikasi bahwa aliran di dalam terowongan tetap berada pada kondisi aliran bebas selama operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume sedimen kumulatif pada skenario tanpa SBT mencapai 799.458 m³, sedangkan penerapan SBT mampu menurunkannya menjadi 243.295 m³ selama periode simulasi satu tahun. Nilai Best Efficiency of Sediment Bypass Tunnel (BeSBT), yang dinyatakan sebagai persentase pengurangan volume sedimen yang berhasil dicapai oleh SBT selama operasi, mencapai 93,03%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan Sediment Bypass Tunnel tipe B pada Waduk Cijurey efektif dalam mengurangi volume sedimen serta berpotensi memperpanjang umur layan waduk dan meningkatkan kinerja operasionalnya.