digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - EVAN RICKY MARCELLINO SIAGIAN
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Bencana banjir sering melanda kawasan Kabupaten Karawang akibat luapan dari pertemuan Daerah Aliran Sungai Citarum dan Cibeet. Hasil analisis hidrologi kala ulang dua puluh tahun mencatat debit puncak wilayah Citarum sebesar 1.628 m³/detik dan Sungai Cibeet sebesar 966,7 m³/detik. Angka debit Sungai Cibeet tersebut telah mengakomodasi reduksi luapan dari Bendungan Cibeet senilai 297,7 m³/detik. Simulasi kondisi eksisting menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D mengonfirmasi luas genangan banjir mencapai 3.240,90 hektar. Penelitian ini bertujuan merumuskan skenario penanggulangan banjir yang komprehensif melalui integrasi mitigasi struktural dan non-struktural. Rekomendasi struktural dieksekusi melalui kombinasi pembangunan tanggul sheetpile, urugan tanah, dan delapan unit kolam retensi seluas 171,912 hektar. Implementasi desain ini terbukti mampu mereduksi area genangan secara signifikan hingga tujuh puluh persen, sehingga hanya menyisakan luasan 972,5091 hektar. Kapasitas ruang tampung infrastruktur tersebut sukses menahan volume air sebesar 6.919.145,94 m³, yang berpotensi besar untuk dialihfungsikan sebagai cadangan sumber air baku. Keterbatasan teknis infrastruktur fisik pada akhirnya tetap menuntut pendampingan mitigasi non-struktural. Langkah ini direalisasikan melalui penerapan Sistem Peringatan Dini yang disinergikan dengan operasi bendungan kaskade, serta pemetaan zona bahaya guna meningkatkan kapasitas tanggap darurat warga. Kalkulasi ekonomi menyimpulkan bahwa implementasi rancangan fisik tersebut membutuhkan Rencana Anggaran Biaya sebesar Rp2.253.099.000.000,00 merujuk pada standar Analisis Harga Satuan Pekerjaan lokal.