BAB 1 Rizki Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Rizki Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Rizki Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Rizki Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Rizki Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 Rizki Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA Rizki Setiawan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Estimasisumberdayanikel laterit yang akurat sangat penting untuk meminimalkanketidakpastian dalam perencanaantambang dan evaluasi keekonomian. Penelitian
ini bertujuan membandingkan kinerja metodeOrdinary Kriging(OK) danInverseDistanceSquare(IDS) untuk mengestimasisumberdayanikel laterit berbasisdomain limonit dan saprolit menggunakan basis data 83 lubang bor berspasi 100meter di daerah Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan.Penelitian ini dilakukanmelalui tahapan validasi basis data, analisis statistik, pemodelan geologi, analisisvariogram, dan pembuatan model blok, yang selanjutnya digunakan sebagaidasarestimasisumberdayanikel laterit pada domain limonit dan saprolit menggunakanmetodeOrdinary Kriging(OK) danInverse Distance Square(IDS).Hasilpenelitian menunjukkan bahwa pemilihan metode estimasi bersifatdomain-dependent. Pada domain saprolit yang memiliki kontinuitas spasial baik (nugget/sill26%), metode OK terbukti lebih akurat dengan selisih rata-rata kadar globalterhadap data lubang bor sebesar 0.38% dibandingkanIDSsebesar 7.38%.Sebaliknya, pada domain limonit yang memilikivariabilitas spasial tinggi(nugget/sill66%), metodeIDSlebih unggul dengan bias global sebesar6.79%dibandingkan OK sebesar 9.12%. Meskipun kedua metode mengalami efekpenghalusan (smoothing effect), metode OK meredam nilai kadar tinggi secara lebihagresif sehingga menghasilkan tonase yang lebih rendah padakadar batastinggidibandingkanIDS.
Perpustakaan Digital ITB