digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pertumbuhan industri kreatif visual merchandise di Indonesia yang didorong oleh integrasi budaya fandom dan ekosistem pasar seni (art market) telah mendorong transformasi peran kreator merchandise dari entitas fan-based menuju brand orisinal yang mandiri berbasis kekayaan intelektual (IP). Namun, transisi ini kerap terhambat oleh ketiadaan sistem identitas visual yang terstruktur—sebagaimana dialami oleh Pasar Semanggi yang menghadapi keterbatasan fleksibilitas logotype eksisting serta dikotomi preferensi audiens antara estetika fan-based dengan tuntutan profesionalisme segmen dewasa berdaya beli mandiri. Perancangan ini bertujuan untuk merevitalisasi identitas visual Pasar Semanggi melalui payung kreatif "Fresh Market" dan pengembangan Graphic Standard Manual (GSM) guna membangun citra brand yang profesional, kredibel, dan berdaya saing di pasar ekonomi kreatif lokal tanpa mengorbankan keterikatan emosional dengan komunitas loyal yang telah terbentuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka kerja Double Diamond Framework yang dipadukan dengan Participatory Framework untuk menjamin proses co-creation antara desainer dan pemilik brand. Data dikumpulkan melalui triangulasi sumber yang mencakup studi pustaka, observasi terhadap brand sejenis, wawancara mendalam dengan kreator, serta kuesioner kepada target audiens berusia 17–34 tahun. Perancangan menghasilkan sistem identitas visual komprehensif yang mencakup transformasi logotype menjadi simbol logo adaptif, perancangan maskot representatif, serta pengembangan palet warna, tipografi, dan pola dekoratif yang kohesif. Sistem visual ini diimplementasikan secara konsisten pada berbagai titik kontak brand meliputi desain label kemasan, konsep fotografi produk, desain booth, social media kit, dan elemen pendukung brand. Hasil perancangan menunjukkan bahwa strategi revitalisasi identitas visual yang sistematis dan berbasis riset merupakan upaya yang mampu memfasilitasi transisi Pasar Semanggi menjadi brand original merchandise yang profesional, di mana implementasi sinyal visual implisit dan kesinambungan gaya ilustrasi khas kreator terbukti efektif sebagai visual signature yang mempertahankan rekognisi audiens lama sekaligus memperluas jangkauan pasar ke segmen urban yang lebih luas.