Dengan temperatur permukaan tanah dan lingkungannya yang terus meningkat, kenyamanan udara dalam gedung menjadi kebutuhan primer pengguna gedung. Sistem tata udara gedung yang efektif diperlukan untuk mengondisikan udara dalam gedung sesuai dengan ukuran standar yang sudah ditentukan. Penelitian ini akan membahas perancangan sistem tata udara (air conditioning) yang sesuai dengan beban pendinginan gedung agar tercapai kenyamanan termal penghuni gedung.
Perancangan dimulai dengan menghitung estimasi beban pendinginan suatu Gedung Perkantoran, Hotel, dan Ritel di Jakarta, menentukan alternatif desain sistem tata udara yang sesuai, memilih komponen sistem, dan menghitung nilai Life Cycle Cost yang mencakup biaya investasi, operasional, dan perawatan dalam jangka waktu tertentu,
Berdasarkan hasil perhitungan beban pendinginan, diperoleh kebutuhan kapasitas sebesar 4,166 kW untuk bangunan perkantoran dan ritel, serta 653 kW untuk bangunan hotel. Berdasarkan karakteristik beban dan hasil evaluasi menggunakan weighted decision matrix, sistem water-cooled chiller dipilih untuk bangunan kantor dan ritel, sedangkan sistem Variable Refrigerant Volume (VRV) dipilih untuk bangunan hotel. Hasil perancangan menunjukkan bahwa seluruh peralatan yang dipilih mampu memenuhi kebutuhan kapasitas pendinginan dan memberikan kondisi termal sesuai standard yang berlaku. Dari sisi ekonomi, sistem Menara 1, 2, dan 3 memiliki initial cost sebesar Rp. 26,54 miliar, total biaya operasional sebesar Rp. 95,20 miliar, dan Life Cycle Cost (LCC) sebesar Rp. 127,73 miliar, yang menunjukkan bahwa biaya operasi menjadi komponen terbesar dalam biaya siklus hidup sistem tata udara.
Perpustakaan Digital ITB