digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Keren
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kangkung (Ipomoea reptans) merupakan sayuran yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia dengan konsumsi mencapai 10,46 gram per kapita per hari, namun potensinya sebagai pangan fungsional belum sepenuhnya dimanfaatkan. Salah satu varietas baru yang dikembangkan untuk memaksimalkan potensi tersebut adalah kangkung ungu var. Kangu71, yang mengandung antosianin tinggi dengan aktivitas antioksidan 2–6 kali lebih besar dibandingkan antioksidan lain serta memiliki manfaat antikanker, anti-inflamasi, dan neuroprotektif. Karena varietas ini masih tergolong baru, rekomendasi teknis budidayanya termasuk penggunaan pupuk belum banyak tersedia. Pemberian pupuk kompos menjadi alternatif yang relevan karena mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah secara berkelanjutan sekaligus berpotensi mendukung akumulasi metabolit sekunder seperti antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh berbagai dosis pupuk kompos terhadap pertumbuhan vegetatif, hasil biomassa, dan kadar antosianin kangkung ungu var. Kangu71, serta menentukan dosis yang paling optimal. Penelitian dilaksanakan di Lahan Pendidikan ITB Jatinangor pada Oktober 2025 hingga Januari 2026 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat taraf perlakuan dosis pupuk kompos, yaitu k0 (0 ton/ha), k1 (40 ton/ha), k2 (60 ton/ha), dan k3 (80 ton/ha), masing-masing dengan enam ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah, bobot kering, rasio akar tajuk, kadar air, kadar klorofil, Relative Growth Rate (RGR), dan kadar antosianin batang serta daun, yang dianalisis menggunakan ANOVA RAK (? = 5%) dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos memberikan pengaruh yang tidak berbeda nyata (p > 0,05) terhadap seluruh parameter yang diamati. Dosis 40 ton/ha pupuk kompos memberikan hasil terbaik untuk pertumbuhan vegetatif, produktivitas biomassa, dan kadar antosianin daun, sedangkan dosis 60 ton/ha memberikan hasil yang terbaik untuk kadar antosianin batang kangkung ungu var. Kangu71.