Abstrak -Yovanka Sandrina Maharaja
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Interaksi obat merupakan salah satu penyebab utama efek samping yang tidak
diinginkan dalam praktik klinis. Di Indonesia, tenaga kesehatan masih menghadapi
keterbatasan sistem pendukung keputusan klinis (Clinical Decision Support
System/CDSS) yang mampu memproses keluhan pasien berbahasa Indonesia
secara otomatis. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistem CDSS
hibrida yang mengintegrasikan tiga modul utama, yaitu: (1) modul Named Entity
Recognition (NER) berbasis IndoBERT dengan Conditional Random Field (CRF)
untuk mengekstraksi entitas medis dari teks keluhan pasien berbahasa Indonesia,
(2) modul prediksi Drug-Drug Interaction (DDI) berbasis arsitektur Multi-type
Feature Fusion Graph Neural Network (MFFGNN) yang menggabungkan
representasi SMILES melalui Bi-GRU, graf molekul melalui GIN, dan graf
interaksi melalui Fusion GCN, serta (3) modul Retrieval-Augmented Generation
(RAG) menggunakan FAISS dan Gemini 2.5 Flash/Flash-Lite untuk menghasilkan
laporan klinis yang informatif dan transparan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa
modul NER mencapai rata-rata F1-score sebesar 0,9961 pada validasi silang 5-fold.
Modul DDI memperoleh ROC-AUC sebesar 0,9539 pada dataset ChCh-Miner.
Pada modul RAG, penggunaan basis pengetahuan berisi 592.122 dokumen berhasil
menurunkan tingkat halusinasi konten dari 16,9% pada mode tanpa RAG menjadi
9,6% pada mode dengan RAG, atau mengalami reduksi sebesar 42,9%. Selain itu,
sistem menghasilkan 365 sitasi sumber pada 78 dari 83 kasus end-to-end (94,0%),
sedangkan mode tanpa RAG tidak menghasilkan sitasi sama sekali. Seluruh
kebutuhan fungsional (F01–F04) berhasil dipenuhi. Dukungan terhadap 130 alias
obat menghasilkan keandalan prediksi DDI sebesar 81,2% pada 96 pasangan obat
dari 83 kasus uji. Pasangan obat yang tidak tersedia pada basis data ChCh-Miner
ditangani secara konservatif melalui mekanisme abstain. Dari sisi non-fungsional,
sistem mencapai rata-rata waktu respons sebesar 6,2 detik dan memenuhi target
operasional di bawah 10 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan
hibrida NER-DDI-RAG memiliki potensi sebagai CDSS yang mampu memproses
keluhan pasien berbahasa Indonesia untuk menghasilkan prediksi interaksi obat
beserta laporan klinis pendukung secara otomatis, baik bagi tenaga kesehatan
maupun pasien.
Perpustakaan Digital ITB