2017 TA PP THOMAS FEBRYANTO-WAHYU MUQSITA WARDANA 1-COVER.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan 2017 TA PP THOMAS FEBRYANTO-WAHYU MUQSITA WARDANA 1-BAB 1.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan 2017 TA PP THOMAS FEBRYANTO-WAHYU MUQSITA WARDANA 1-BAB 2.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan 2017 TA PP THOMAS FEBRYANTO-WAHYU MUQSITA WARDANA 1-BAB 3.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan 2017 TA PP THOMAS FEBRYANTO-WAHYU MUQSITA WARDANA 1-BAB 4.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan 2017 TA PP THOMAS FEBRYANTO-WAHYU MUQSITA WARDANA 1-BAB 5.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan 2017 TA PP THOMAS FEBRYANTO-WAHYU MUQSITA WARDANA 1-PUSTAKA.pdf
PUBLIC Open In Flipbook Irwan Sofiyan
Dalam penelitian yang dilakukan sebelumnya di Laboratorium Manajemen Energi Teknik Fisika ITB telah berhasil dibuat sistem pemantauan baterai pada smart microgrid berbasis IoT dengan menggunakan protokol HTTP. Namun sistem tersebut dinilai memiliki kinerja yang kurang cepat dan kurang andal karena kecepatan transfer data yang lambat, adanya data yang tidak terkirim, serta tidak adanya media penyimpanan redundant.
Pada tugas akhir ini dilakukan pengembangan sistem pemantauan baterai tersebut dengan memberikan media penyimpanan data redundant di server database lokal Laboratorium Manajemen Energi Teknik Fisika ITB serta membuat sistem manajemen baterai dengan protokol komunikasi MQTT (Message Queing Telemetry Transport) yang terdiri atas dua skenario susunan broker.
Dari pengujian yang dilakukan didapatkan bahwa rata-rata waktu eksekusi data dari publisher hingga sampai ke cloud server untuk sistem yang menggunakan protokol komunikasi HTTP adalah 5,438 detik, sedangkan pada protokol MQTT 3,004 detik untuk skenario pertama dan 2,962 detik untuk skenario kedua. Selain itu, sistem pemantauan baterai dengan menggunakan protokol komunikasi MQTT skenario pertama memiliki rata-rata waktu eksekusi 3,012 detik dan skenario kedua sebesar 3,016 detik untuk pengiriman data menuju Raspberry Pi. Untuk pengiriman data menuju ke cloud server diperoleh rata-rata waktu eksekusi 3,004 detik untuk skenario pertama dan 2,962 detik untuk skenario kedua. Nilai availability dari semua sistem yang dibangun di atas 90%.
Perpustakaan Digital ITB