Abstrak - Maria Ivana Vita Cahyani
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat untuk pola konsumsi sehat
mendorong berkembangnya kebutuhan terhadap pangan fungsional. Salah satu
komoditas yang berpotensi memenuhi kebutuhan tersebut adalah beras hitam
Beras hitam (Oryza sativa L. indica) diketahui memiliki kandungan senyawa
bioaktif, terutama antosianin, flavonoid, senyawa fenolik, serta aktivitas
antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan beras putih. Sebagai salah satu produk
beras premium, beras hitam memiliki harga jual yang lebih tinggi dibandingkan
beras putih konvensional. Meskipun memiliki nilai ekonomi dan manfaat
kesehatan yang tinggi, penanganan pasca panen beras hitam masih menghadapi
berbagai tantangan. Dalam praktik distribusi dan penyimpanan, pengemasan
produk dan kondisi penyimpanan beras di tingkat industri dan retail umumnya
belum sepenuhnya terkontrol terhadap faktor lingkungan seperti cahaya dan
kelembaban. Kondisi tersebut berpotensi mempercepat degradasi senyawa bioaktif
dan penurunan kualitas fisikokimia beras berpigmen selama penyimpanan.
Kesenjangan antara potensi pemanfaatan dengan penerapan sistem pasca panen
yang kurang memadai pada komoditas beras hitam menjadi dasar dalam
perancangan sistem yang diusulkan di PT. Ireng Berkah.
Perancangan sistem pasca panen ini mengusulkan inovasi yang berfokus
pada metode pengemasan melalui penerapan vakum dan manajemen penyimpanan
melalui sistem gudang penyimpanan terkontrol dengan penggunaan sensor suhu,
kelembaban, dan aktivitas hama serta RFID (Radio Frequency Identification) tag.
Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan sistem yang dapat mempertahankan
kualitas premium dari beras hitam hingga produk diterima konsumen. Dari 3 (tiga)
alternatif sistem yang dianalisis, dipilih alternatif 3 yang mampu menghasilkan
Gross Profit Margin (GPM) tertinggi sebesar 16,62%, menjadikan alternatif
pilihan yang paling efisien dan menguntungkan secara finansial. Alternatif
menerapkan pengemasan metode vakum pada kemasan VMPET-PE (Vacuum
metalized polyethylene terephthalate - polyethylene) dan Sistem internet of things
(IoT) diterapkan pada penyimpanan bahan baku GKG hitam dan penyimpanan
finish good beras hitam. Kontrol suhu dan kelembaban menggunakan sistem
sensor DHT22 yang terhubung dengan air conditioner (AC) dan kipas exhaust
untuk menjaga kondisi gudang berada pada suhu 18–25? dan kelembaban
60–70%. Kontrol hama dilakukan dengan penggunaan sensor akustik Adafruit I2S
v
MEMS SPH0645 untuk mendeteksi aktivitas hama gudang dan membantu
pengambilan keputusan untuk mengendalikan hama melalui fumigasiatau
pemusnahan produk yang sudah terinfestasi. Manajemen inventori finish good
dilakukan dengan memanfaatkan RFID pada gudang beras hitam untuk
membangun sistem ketelusuran stok dan masa simpan berbasis IoT secara terpusat
menggunakan ponsel maupun komputer.
Sistem dirancang untuk kapasitas produksi 183,5 ton gabah kering panen
(GKP) dalam satu tahun, yang diolah melalui sistem semi kontinu, yaitu
penerimaan dan pengeringan GKP sistem batch dalam 10 hari pertama setiap
musim serta pengolahan gabah menjadi beras hitam dan produksi tepung hitam
berlangsung setiap hari). Sementara itu, pasokan bahan baku menggunakan sistem
periodik setiap 4 bulan. Alur produksi yang diterapkan menghasilkan tiga jenis
produk yang siap dipasarkan, yaitu beras hitam premium, tepung beras hitam, dan
sekam padi hitam. Target pasar yang diharapkan dari produk beras hitam kapasitas
1 kg adalah pengguna individual yang membutuhkan produk dengan manfaat
kesehatan dan pola konsumsi jangka pendek. Target pasar yang diharapkan dari
produk beras hitam kapasitas 5 kg adalah industri rumah sakit maupun HORECA
(Hotel, Restaurant, and Cafe) yang menawarkan layanan menu sehat. Target pasar
yang diharapkan dari produk tepung beras hitam 1 kg adalah industri patiseri
maupun HORECA yang menerapkan diversifikasi produk yang memiliki nilai jual
tinggi disertai manfaat kesehatan. Target pasar yang diharapkan dari produk
sekam padi hitam 50 kg adalah pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) yang berfokus pada industri pembibitan, pertanian, maupun pengolahan
kompos. Berdasarkan neraca massa untuk pengolahan 6,12 ton GKP setelah
semua proses dan loss diperhitungkan, sistem dapat menghasilkan 2.631 unit
produk beras hitam premium 1 kg, 175 unit produk beras hitam premium 5 kg,
607 unit produk tepung beras hitam 1 kg, dan 28 unit produk sekam padi 50 kg.
Sistem didukung oleh serangkaian peralatan modern, termasuk bed dryer,
mesin penggilingan Pinyang combined rice mill machine, mesin giling tepung,
mesin pengayak, dan mesin pengemas vakum otomatis, infrastruktur yang solid di
atas lahan seluas 583,82 m². Tata letak pabrik dirancang untuk memfasilitasi
sistem FIFO (First In – First Out) dan mencegah kontaminasi silang. Gudang
penyimpanan GKG dan finish goods berbasis IoT ini seluas ±225 m² yang
dirancang dengan jaringan sensor. Dalam menjamin mutu, perusahaan
mengimplementasikan GMP (Good Manufacturing Practices), SSOP (Sanitation
Standard Operaration System), dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control
Point), sertifikasi wajib berupa izin edar BPOM MD (Badan Pengawasan Obat
dan Makanan Makanan Dalam Negeri), sertifikasi halal, sertifikasi PSAT (Pangan
Segar Asal Tumbuhan) dan sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk
produk beras hitam dan tepung beras hitam.
vi
Analisis kelayakan menunjukkan bahwa alternatif penggunaan
pengemasan vakum VMPET-PE dan sistem gudang berbasis IoT dengan
penggunaan RFID tag pada alternatif inovasi 3 merupakan pilihan yang paling
layak. Alternatif ini diproyeksikan memiliki total pendapatan tahunan sebesar
Rp4.879.904.313,73/tahun, usaha ini menghasilkan Gross Profit Margin (GPM)
sebesar 16,62%. Pendapatan ini berasal dari penjualan tahunan produk berupa
78.000 unit beras hitam premium 1 kg (harga jual Rp39.300,00/unit), 5.200 unit
beras hitam premium 5 kg (harga jual Rp195.500,00/unit), 18.353 unit tepung
beras hitam 1 kg (harga jual Rp42.800,00), dan 816 unit sekam padi 50 kg (harga
jual Rp15.200,00/unit). Analisis kelayakan investasi selama 10 tahun
menunjukkan hasil yang sangat positif dengan Internal Rate of Return (IRR)
sebesar 11,71%, yang secara signifikan berada di atas suku bunga acuan 6,50%,
NPV (Net Present Value) sebesar Rp3.109.605.142,43 serta periode pengembalian
modal (Payback Period) selama 7 bulan 28 hari.
Perpustakaan Digital ITB