digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sistem mooring adalah suatu sistem untuk menjaga kestabilan sebuah struktur terapung dari pengaruh gaya lingkungan yang bekerja pada struktur tersebut. Suatu sistem mooring memiliki kriteria desain yang harus dipenuhi oleh tali mooring yang terpasang. Selain itu, struktur terapung yang menjadi objek penelitian ini adalah jembatan apung yang digunakan oleh masyarakat, sehingga diperlukan kriteria desain tambahan yaitu kenyamanan pengguna jembatan dilihat dari percepatan translasi struktur jembatan apung. Oleh sebab itu, pada penelitian ini akan dibahas mengenai sistem mooring dan analisis respons gerak yang terjadi pada jembatan apung. Kondisi pasang-surut perairan dan beban penuh-kosong pada struktur menjadi kondisi yang diperiksa. Selain itu, sistem mooring diperiksa saat kondisi intact dan damaged. Dalam penelitian ini, pemodelan struktur terapung dan sistem mooring dilakukan menggunakan perangkat lunak HydroStar dan Ariane7. Gaya lingkungan yang diterapkan pada penelitian ini adalah gaya gelombang akibat pergerakan kapal dikombinasikan dengan gaya arus dan gaya angin. Analisis dilakukan berdasarkan standar yang terdapat pada API RP 2SK mengenai kriteria desain untuk gaya tarik tali mooring maksimum dan DRDC Toronto TR 2006-229 sebagai kriteria desain untuk percepatan translasi maksimum. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gaya tarik tali mooring dan percepatan struktur yang terjadi pada sistem mooring memenuhi kriteria desain, baik pada kondisi intact maupun damaged.