Penghapusan skema net metering melalui Permen ESDM No. 2 Tahun 2024 mengharuskan pengguna PLTS atap rumahan mengoptimalkan self-consumption energi untuk mempertahankan kelayakan finansial investasi. Merespons masalah tersebut, penelitian ini merancang Sistem Manajemen Energi (EMS) berbasis algoritma logika fuzzy untuk mengendalikan aliran daya secara real-time pada PLTS atap hibrida. Metode perancangan melibatkan kontroler fuzzy untuk mengatur proporsi charge dan discharge baterai berdasarkan fluktuasi daya netto (?????) dan kondisi State of Charge (SOC) dalam rentang proteksi 20%-80%. Desain diimplementasikan dan dievaluasi menggunakan MATLAB/Simulink melalui lima skenario pengujian operasional: variasi rasio ekspor, intermitensi cuaca, skema harga, kapasitas baterai, dan ketersediaan energi awal. Hasil komputasi menunjukkan arsitektur matriks aturan fuzzy yang berhasil menjaga keseimbangan daya tanpa melanggar batasan perangkat keras, termasuk saat cuaca mendung dengan saturasi baterai yang tertahan di 61,4%. Secara keekonomian, pengujian membuktikan bahwa tanpa kompensasi ekspor, manuver time-shifting EMS dengan kapasitas baterai memadai (10,24 kWh) sangat efektif mem-bypass tingginya tarif listrik malam hari. Pada kondisi pengujian ideal, sistem mampu menekan total biaya operasional secara drastis hingga Rp 953. Namun, ketiadaan kapabilitas prediksi (forecasting) masih menjadi limitasi logika fuzzy murni saat menghadapi fluktuasi harga dinamis ekstrem. Sebagai kesimpulan, efisiensi maksimal PLTS atap di era regulasi baru ini mutlak bergantung pada keselarasan antara kelincahan komputasi algoritma fuzzy secara real-time dan optimalisasi dimensi fisik kapasitas baterai.
Perpustakaan Digital ITB