ABSTRAK - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 6 - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN - BENEDICTA EVANGELIA
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan
Aesthetic Derma Centre (ADC) merupakan sebuah klinik dermatovenereologi dan estetika
yang memprioritaskan strategi retensi pelanggan sebagai kunci keberlanjutan bisnis. Namun,
ADC menghadapi tantangan dalam mencapai target komposisi pelanggan 80:20 akibat
inefisiensi operasional yang membuat strategi retensi tidak tertarget dan sulit terukur.
Setelah dianalisis menggunakan fishbone diagram, ditemukan bahwa akar permasalahan
berasal dari alur kerja yang belum terdigitalisasi dan terkoordinasi, data pelanggan yang
tersebar, tidak adanya fitur analisis, serta komunikasi pemasaran yang belum
terpersonalisasi. Sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini
mengusulkan perancangan sistem informasi Customer Relationship Management (CRM)
yang terintegrasi.
Perancangan sistem ini menggunakan metodologi Framework for the Application of System
(FAST) yang terdiri atas delapan tahapan. Dalam penelitian ini, diterapkan empat tahapan,
yaitu scope & problem analysis, requirement analysis, logical design, dan physical design.
Kebutuhan sistem dianalisis dari hasil wawancara dengan pemangku kepentingan, pemetaan
proses bisnis, dan benchmarking fitur CRM. Sementara itu, pemodelan sistem dilakukan
melalui Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD).
Hasil dari penelitian ini adalah sebuah rancangan sistem informasi CRM yang
mengintegrasikan fungsi operasional, analisis, dan kolaboratif. Sistem yang diusulkan terdiri
dari sembilan menu utama untuk pengguna internal dan sebuah portal layanan mandiri untuk
pelanggan. Seluruh rancangan divisualisasikan dalam bentuk prototipe user interface
menggunakan aplikasi Figma. Rancangan ini juga diverifikasi dan divalidasi untuk
memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan bisnis serta tujuan perbaikan sistem di ADC.
Perpustakaan Digital ITB