abstrak_Andrea Bintang B. K. [13322018]
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB I
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab II
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Bab III
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB IV
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB V
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
DAFTAR PUSTAKA
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan
Digitalisasi jaringan listrik cerdas (smart grid) meningkatkan keterhubungan sistem digital dan paparan terhadap ancaman keamanan siber. Kompleksitas keamanan semakin tinggi pada infrastruktur server yang tersebar di berbagai lokasi dengan sumber data pemantauan dan tingkat pengawasan yang beragam. Kondisi ini memerlukan sistem evaluasi keamanan siber yang mampu menghimpun dan mengolah data dari berbagai sumber untuk menentukan prioritas risiko secara sistematis. Penelitian ini bertujuan merancang algoritma pengolahan data ancaman dan dashboard evaluasi kondisi keamanan siber yang terintegrasi dengan platform Security Information and Event Management (SIEM) open-source untuk infrastruktur server jaringan listrik cerdas.
Algoritma dirancang untuk mengolah data pemantauan berbasis host dari Wazuh dan data ancaman jaringan dari Suricata yang telah dihimpun ke dalam satu basis data. Pengolahan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyaringan data, klasifikasi ancaman berbasis aturan, dan penilaian risiko dengan metode Risk Priority Number (RPN) yang mengalikan tingkat keparahan, frekuensi kejadian, serta karakteristik pendeteksian. Hasil pengolahan tersebut ditampilkan pada dashboard yang menyajikan indeks risiko, prioritas ancaman, kondisi kerentanan, dan cakupan pemantauan. Pendekatan penelitian ini menerapkan metode RPN yang umumnya digunakan pada analisis kegagalan industri untuk memprioritaskan data ancaman keamanan siber.
Pengujian terhadap 4,77 juta data ancaman menunjukkan algoritma yang dirancang mampu menyaring 69,6% data tanpa menghilangkan keterlacakan, memetakan 99,2% data ancaman ke dalam empat kategori, dan menghasilkan 104.336 data ancaman dengan prioritas Critical dan High, atau 2,2% dari volume awal. Pengujian konsistensi tidak menemukan data ancaman berisiko tinggi yang terbuang dan hasil penilaian dapat direproduksi secara konsisten. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode RPN dapat diterapkan untuk memprioritaskan data ancaman keamanan siber sehingga menghasilkan urutan penanganan yang lebih terukur. Penelitian ini juga memberikan kontribusi berupa algoritma penilaian risiko multifaktor dengan dashboard evaluasinya untuk mendukung metode prioritisasi ancaman pada domain keamanan siber.
Perpustakaan Digital ITB