digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak -Diola Suprapti
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan utama yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Produktivitasnya sangat bergantung pada keberhasilan penyerbukan oleh serangga polinator, utamanya kumbang Elaeidobius kamerunicus. Namun, efisiensi penyerbukan di lapangan seringkali tidak optimal, dipengaruhi oleh faktor lingkungan, usia tanaman, dan penurunan emisi senyawa volatil alami (estragole) bunga jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi E. kamerunicus pada bunga jantan di umur tanam berbeda dan mengevaluasi pengaruh penggunaan atraktan dalam meningkatkan frekuensi pembentukan buah jadi (fruit set). Penelitian dilakukan di PTPN IV Kebun Panglejar, Subang, pada dua blok umur tanam (9 dan 19 tahun). Pengambilan sampel kumbang dilakukan pada bunga jantan aktif (anthesis). Uji efektivitas atraktan (bahan aktif Isoanethole 540 g/l) dilakukan dengan perangkap dan dihitung secara berkala. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi E. kamerunicus per bunga jantan lebih tinggi pada umur tanam 19 tahun (7.175 kumbang per bunga jantan) dibandingkan 9 tahun (6.915 kumbang per bunga jantan) serta penggunaan atraktan terbukti mampu meningkatkan frekuensi pembentukan buah jadi (fruit set) kelapa sawit sebesar 4,82% dibandingkan kontrol (76,76%), dengan persentase fruit set tertinggi mencapai 82%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa populasi kumbang E. kamerunicus banyak ditemukan pada tanaman lebih tua dibandingkan tanaman muda serta penggunaan atraktan mampu meningkatkan persentase fruit set sehingga berkontribusi dalam menurunkan biaya operasional kebun dalam penyerbukan buatan.