digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Daviro Yota Nagasan Wahyudi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Daviro Yota Nagasan Wahyudi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Daviro Yota Nagasan Wahyudi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Daviro Yota Nagasan Wahyudi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Daviro Yota Nagasan Wahyudi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Daviro Yota Nagasan Wahyudi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Daviro Yota Nagasan Wahyudi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

Akses dari Bandara Internasional Kertajati menuju Kota Bandung harus melewati perjalanan yang panjang, yaitu Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Jalan Tol Cipularang, dan Jalan Tol Purbaleunyi sebelum mencapai Kota Bandung melalui Gerbang Tol Pasteur. Perjalanan ini berjarak 170 km dengan memakan waktu dua sampai tiga jam. Hal ini menyebabkan preferensi para penumpang pesawat internasional cenderung lebih banyak memilih akses melalui transit Bandar Udara Internasional Changi Singapura dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dibandingkan Bandara Kertajati. Pemerintah memberikan solusi berupa pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan, atau disingkat sebagai Tol Cisumdawu. Jalan Tol Cisumdawu merupakan jalan bebas hambatan dengan panjang 62,60 kilometer dan merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Jawa. Jalan tol ini melintasi Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Majalengka. Pada perancangan seksi 4 KM 34 Tol Cisumdawu, ditinjau beberapa aspek, yaitu rekayasa transportasi, teknik sumber daya air, dan manajemen rekayasa konstruksi. Hal yang perlu diperhatikan dalam bidang rekayasa transportasi pada proyek ini yaitu perancangan geometri jalan, dan perancangan perkerasan jalan. Dalam bidang teknik Sumber daya air, hal yang harus diperhatikan yaitu rekayasa hidrologi dan perancangan drainase jalan. Sedangkan dalam bidang manajemen rekayasa konstruksi akan dilakukan perancangan rencana kerja dan syarat-syarat, dan perancangan volume pekerjaan dalam bentuk estimasi kuantitas pekerjaan. Hasil dari perancangan ini berupa gambar konstruksi dan estimasi kuantitas pekerjaan yang akan digunakan dalam pelaksanaan konstruksi nantinya.