digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Lintang Sekarlangit
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai merupakan gerbang utama pariwisata Indonesia yang mengalami tren peningkatan pergerakan penumpang dan pesawat secara berkelanjutan. Tingginya pergerakan ini berpotensi menimbulkan isu bottleneck operasional pada fasilitas sisi udara, khususnya landas pacu (runway), akibat tingginya nilai Runway Occupancy Time (ROT) yang membatasi kapasitas pergerakan pesawat. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perancangan pengembangan fasilitas sisi udara berupa Rapid Exit Taxiway (RET) untuk mengoptimalkan nilai ROT runway dan meningkatkan kapasitas bandar udara. Evaluasi kondisi eksisting dan perancangan pengembangan fasilitas sisi udara mengacu pada standar yang diterbitkan oleh ICAO (International Civil Aviation Organization) dan FAA (Federal Aviation Administration). Tahapan perancangan dimulai dengan memproyeksikan pergerakan pesawat untuk 20 tahun rencana berdasarkan persentase pertumbuhan. Selanjutnya, dilakukan penentuan lokasi RET menggunakan three segment method dengan mengevaluasi tiga skenario, perancangan geometrik RET, dan perancangan struktur perkerasannya menggunakan bantuan perangkat lunak FAARFIELD 2.1. Berdasarkan hasil analisis, proyeksi pergerakan pesawat pada 20 tahun rencana (tahun 2046) mencapai 268.935 pergerakan. Lokasi RET ditetapkan pada jarak 2183 meter dari threshold runway 09 (skenario weighted average) dengan nomenklatur RET N2’’. Geometri dirancang untuk mengakomodasi pesawat kritis Airbus A380-800 dengan sudut persimpangan 30° dan jari-jari lengkung 550 meter. Dari segi perkerasan lentur, didesain struktur bagian badan RET dengan tebal total 1137 mm dan bagian bahu 479 mm. Pembangunan fasilitas RET N2’’ terbukti mampu mereduksi nilai ROTL dari 47,83 detik menjadi 38,52 detik, yang berdampak pada peningkatan kapasitas runway dari 32 pergerakan/jam menjadi 34 pergerakan/jam untuk operasi campuran sehingga mampu menunda titik jenuh bandara dari tahun 2046 menjadi tahun 2049. Kata Kunci : Bandar Udara, Runway Occupancy Time, Kapasitas Runway, Rapid Exit Taxiway, Geometri, Perkerasan