Roihan Kamal Nurusyam [17318001]
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan
Perancangan Pusat Seni dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk dilatarbelakangi oleh
dua permasalahan utama, yaitu rendahnya minat masyarakat dalam mempelajari
seni budaya daerah serta belum tersedianya fasilitas yang mampu mengakomodasi
aktivitas para pelaku seni. Pesatnya pengaruh budaya asing, disertai dengan
pandangan bahwa kesenian daerah bersifat kaku dan kurang relevan dengan
kehidupan masa kini, menyebabkan masyarakat semakin enggan untuk mengenal
dan mempelajari budaya lokal. Di sisi lain, para seniman dan pegiat budaya yang
berupaya melestarikan kesenian daerah masih menghadapi keterbatasan ruang
untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan aktivitas apresiasi seni.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sebuah fasilitas yang tidak hanya berfungsi
sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan seni, tetapi juga sebagai ruang yang
mampu mempertemukan masyarakat dengan para pelaku seni melalui pengalaman
budaya yang lebih terbuka dan partisipatif.
Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini meliputi studi literatur
dan wawancara dengan pegiat seni di Kabupaten Nganjuk untuk memperoleh data
mengenai potensi, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi dalam
pengembangan seni dan budaya daerah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut,
dirancang sebuah Pusat Seni dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk dengan tema
Living Culture, yang bertujuan menciptakan ruang yang mampu menghidupkan
kembali hubungan antara masyarakat, seniman, dan budaya lokal melalui
pendekatan yang karismatik, interaktif, dan kolaboratif. Perancangan ini
diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap seni budaya daerah,
mendorong terciptanya budaya apresiasi seni yang positif, serta menjadi wadah
yang mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya Kabupaten Nganjuk
secara berkelanjutan.
Perpustakaan Digital ITB