digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Roihan Kamal Nurusyam [17318001]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Perancangan Pusat Seni dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk dilatarbelakangi oleh dua permasalahan utama, yaitu rendahnya minat masyarakat dalam mempelajari seni budaya daerah serta belum tersedianya fasilitas yang mampu mengakomodasi aktivitas para pelaku seni. Pesatnya pengaruh budaya asing, disertai dengan pandangan bahwa kesenian daerah bersifat kaku dan kurang relevan dengan kehidupan masa kini, menyebabkan masyarakat semakin enggan untuk mengenal dan mempelajari budaya lokal. Di sisi lain, para seniman dan pegiat budaya yang berupaya melestarikan kesenian daerah masih menghadapi keterbatasan ruang untuk berkarya, berkolaborasi, dan mengembangkan aktivitas apresiasi seni. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya sebuah fasilitas yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan seni, tetapi juga sebagai ruang yang mampu mempertemukan masyarakat dengan para pelaku seni melalui pengalaman budaya yang lebih terbuka dan partisipatif. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini meliputi studi literatur dan wawancara dengan pegiat seni di Kabupaten Nganjuk untuk memperoleh data mengenai potensi, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan seni dan budaya daerah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dirancang sebuah Pusat Seni dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk dengan tema Living Culture, yang bertujuan menciptakan ruang yang mampu menghidupkan kembali hubungan antara masyarakat, seniman, dan budaya lokal melalui pendekatan yang karismatik, interaktif, dan kolaboratif. Perancangan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap seni budaya daerah, mendorong terciptanya budaya apresiasi seni yang positif, serta menjadi wadah yang mendukung pelestarian dan pengembangan seni budaya Kabupaten Nganjuk secara berkelanjutan.