PT X merupakan perusahaan manufaktur pengolahan produk turunan baja yang
terdiri dari dua lini utama, yaitu produk reguler dan Project and Downstream
Product (P&DP). Fokus penelitian ini pada ini P&DP yang mana memiliki karakter
engineer-to-order dengan tingkat variasi produk yang tinggi. Karakter tersebut
menyebabkan lini P&DP menghadapi tantangan manajemen proyek yang
kompleks, utamanya dalam bentuk time overrun yang berdampak pada
keterlambatan penyelesaian proyek dan berpotensi berpengaruh pada biaya.
Berdasarkan data historis proyek pada tahun 2024, terdapat tujuh dari sepuluh (70
persen) proyek yang mengalami time overrun. Dalam pelaksanaannya, lini P&DP
menghadapi fenomena time overrun yang disebabkan oleh berbagai dimensi
permasalahan yang saling berkaitan, seperti inefisiensi proses bisnis, kelemahan
perencanaan dan pengendalian penjadwalan, serta keterbatasan integrasi sistem
informasi dan tata kelola organisasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
merancang perbaikan proses bisnis pada lini P&DP melalui optimasi penjadwalan
dan pengembangan sistem ERP.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan tiga pendekatan.
Pendekatan pertama dilakukan melalui perancangan perbaikan proses bisnis
menggunakan metodologi Model-based and Integrated Process Improvement
(MIPI) untuk memetakan proses existing, melakukan value added analysis, dan
merancang proses to-be beserta pembagian peran melalui matriks RACI.
Pendekatan kedua dilakukan melalui optimasi penjadwalan produksi pada sistem
hybrid flow shop dengan mempertimbangkan struktur BOM, routing, kapasitas
sumber daya, dan integrasi jadwal proyek ke dalam model penjadwalan.
Pendekatan ketiga dilakukan melalui perancangan prototipe ERP dengan tahapan
identifikasi kebutuhan, analisis proses, pemilihan solusi, konfigurasi sistem, dan
user testing untuk mendukung integrasi proses dan pengendalian operasional
proyek.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis nilai tambah pada proses bisnis
existing menghasilkan proporsi sebesar 21,95% RVA; 69,92% BVA; dan 8,13% NVA
sehingga dilakukan perbaikan yang meningkatkan proporsi menjadi 35,34% RVA;
62,41% BVA; dan 2,26% NVA. Pada sisi penjadwalan, model usulan mampu
menurunkan tardiness pada empat proyek sampel dengan satu proyek mengalami
penurunan 7,8% dan tiga proyek lainnya mencapai penghapusan keterlambatan
hingga 100% serta meningkatkan availability mesin sebesar 0,73%. Selain itu,
penelitian menghasilkan prototipe ERP yang dirancang untuk mendukung
monitoring dan integrasi proses. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan
bahwa penyelesaian time overrun pada lini P&DP perlu dilakukan melalui
kombinasi perbaikan proses bisnis, optimasi penjadwalan, dan pengembangan
sistem ERP agar solusi yang dihasilkan lebih menyeluruh dan implementatif.
Perpustakaan Digital ITB