Keterbatasan pendanaan APBD dan banyaknya usulan program pembangunan
daerah mendorong Pemerintah Daerah untuk mencari sumber pendanaan alternatif.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki sumber pendanaan alternatif yaitu dana
Corporate Social Responsibility/Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
(CSR/TJSL). Penggunaan dana CSR/TJSL yang juga terbatas, menuntut adanya
mekanisme pemrioritasan usulan program yang sistematis, transparan, dan berbasis
multi-kriteria. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka
pengambilan keputusan dengan mengintegrasikan Systematic Literature Review
(SLR) berbasis PRISMA, metode Delphi, Analytic Network Process (ANP), dan
VIKOR. PRISMA digunakan untuk mengidentifikasi kandidat kriteria dari
literatur, Delphi digunakan untuk konsensus kriteria oleh pakar, ANP digunakan
untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan hubungan antar-kriteria, sedangkan
VIKOR digunakan untuk menghasilkan peringkat usulan program. Pada fase awal
SLR dihasilkan 58 artikel. Selanjutnya diperoleh 27 artikel final yang menghasilkan
5 kandidat kriteria diantaranya: Kesesuaian dengan tema/prioritas pembangunan
daerah, keterkaitan dengan SDGs, kontribusi sosial/penerima manfaat, fleksibilitas
waktu pelaksanaan, dan kebutuhan anggaran. Seluruh kriteria diterima melalui
Delphi. Hasil ANP menunjukkan kebutuhan anggaran memiliki bobot tertinggi
sebesar 0.337. Hasil VIKOR menunjukkan bahwa alternatif peringkat pertama
memenuhi syarat acceptable advantage dan acceptable stability, serta hasil analisis
sensitivitas menunjukkan peringkat prioritas tergolong stabil. Kerangka PRISMA–
Delphi–ANP–VIKOR dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan
dalam pemrioritasan program CSR/TJSL secara lebih objektif dan akuntabel.
Perpustakaan Digital ITB