digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Rayhan Aji Wibowo [17322043]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia memiliki kekayaan kuliner tradisi yang amat beragam, namun menghadapi ancaman akibat ketergantungan impor pangan serta pergeseran gaya hidup generasi muda yang cenderung mengonsumsi makanan modern maupun instan. Perubahan pola konsumsi ini berisiko mengikis keberagaman pangan lokal dan identitas budaya Nusantara. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sarana rekreasi edukatif yang mampu memperkenalkan serta melestarikan narasi gastronomi Indonesia secara interaktif dan relevan dengan generasi modern. Tujuan perancangan ini adalah mewujudkan museum gastronomi modern bernama Gastro Loka. Museum ini dirancang untuk merekonstruksi dan mempresentasikan identitas kuliner tradisi dari berbagai penjuru Nusantara melalui pendekatan spasial yang tidak sekadar visual, melainkan juga menyentuh aspek sensori manusia secara menyeluruh. Metode perancangan yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, serta analisis kualitatif terhadap karakteristik kuliner lokal, perilaku pengunjung, dan standar museum interaktif. Pendekatan perancangan menerapkan interpretasi kuliner multisensori yang mengintegrasikan aspek pencahayaan, materialitas, akustik, tekstur, dan pengalaman olfaktori ke dalam ruang interior. Konsep desain museum mengusung tema "Kelana Rasa Nusantara", yang mengarahkan alur eksplorasi pengunjung melalui rangkaian program spasial yang saling terintegrasi. Implementasi desain diwujudkan melalui pembagian zona utama, meliputi galeri pameran interaktif untuk narasi sejarah dan tradisi pangan, area workshop untuk edukasi pembuatan hidangan secara langsung, hingga restoran gastronomy fine dining yang menyajikan reinterpretasi kuliner Nusantara. Seluruh elemen interior dan tata pamer dirancang terpadu guna menstimulasi emosi dasar pengunjung serta membangun kembali kebanggaan terhadap kekayaan pangan lokal.