Abstrak - Sissy Aisha Dwanty
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk kayu menyebabkan limbah pengolahan kayu yang dihasilkan semakin besar, sementara pemanfaatannya masih belum optimal. Salah satu alternatif pemanfaatannya adalah mengolah limbah tersebut menjadi papan partikel. Namun, papan partikel konvensional masih menggunakan perekat sintetis berbasis formaldehida yang berpotensi menghasilkan emisi berbahaya. Oleh karena itu, dirancang industri Melamine Faced Particleboard (MFP) berbahan baku limbah pengolahan kayu dengan memanfaatkan Gondorukem Tanpa Mutu (GTM) termodifikasi Metilen Difenil Diisosianat (MDI) sebagai perekat alternatif yang lebih ramah lingkungan. Industri ini memiliki kapasitas produksi 129 lembar MFP per hari, setara 3.225 lembar per bulan (25 hari kerja) atau 38.700 lembar per tahun, dengan volume produksi 5,84 m³ per hari. Setiap papan berdimensi 1.220 mm x 2.440 mm x 15,2 mm dengan berat 24,81 kg per lembar. Penentuan kapasitas produksi didasarkan pada ketersediaan GTM sebagai bahan baku pembatas (limiting factor) dengan pasokan sebesar 10.890,2 kg per bulan dari pabrik gondorukem dan terpentin (PGT) di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Sistem produksi dirancang secara terintegrasi mulai dari penerimaan bahan baku, persiapan partikel kayu dan perekat, pencampuran bahan, mat forming, hot pressing, pengondisian, trimming, sanding, pelapisan melamin, pengujian mutu, penyimpanan, hingga distribusi produk. Inovasi utama yang diterapkan adalah penggunaan perekat Gondorukem Tanpa Mutu (GTM) termodifikasi Metilen Difenil Diisosianat (MDI) yang dikombinasikan dengan pelapisan melamin. Modifikasi MDI membentuk ikatan silang (cross-linking) sehingga meningkatkan kekuatan ikatan antarpartikel, ketahanan terhadap kelembapan, serta menurunkan emisi formaldehida dibandingkan perekat sintetis konvensional. Sementara itu, pelapisan melamin menghasilkan permukaan papan yang halus, tahan gores, tahan kelembapan, dan memiliki nilai estetika yang lebih tinggi. Kombinasi inovasi tersebut menghasilkan Melamine Faced Particleboard (MFP) dengan kualitas fisis dan mekanis yang baik sehingga sesuai untuk aplikasi furnitur dan interior bangunan. Produk yang dihasilkan dirancang memenuhi SNI 03-2105-2006 serta didukung penerapan Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) dan ISO 9001:2015 untuk menjamin mutu produk, legalitas bahan baku, dan efektivitas sistem manajemen industri.
Alternatif inovasi yang dipilih menghasilkan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 45,39%. Analisis kelayakan finansial dengan periode proyek 10 tahun menunjukkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp20.783.529.058,57, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 30,53%, Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) sebesar 1,28, dan Profitability Index (PI) sebesar 1,49. Investasi diproyeksikan mencapai titik impas (Payback Period/PP) dalam 3,26 tahun, dengan Break Even Point (BEP) sebesar Rp3.169.342.185 atau 12.245 lembar MFP per tahun. Berdasarkan hasil analisis teknis, operasional, lingkungan, dan finansial tersebut, rancangan industri Melamine Faced Particleboard (MFP) berbasis perekat GTM termodifikasi MDI dinilai layak untuk diimplementasikan dan dikembangkan secara berkelanjutan karena mampu meningkatkan nilai tambah limbah pengolahan kayu dan gondorukem tanpa mutu menjadi produk panel kayu berkualitas tinggi yang efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing.
Perpustakaan Digital ITB