Abstrak - Aditya Prasetyo
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Meningkatnya kebutuhan material rekayasa berbasis kayu di sektor konstruksi dan furnitur mendorong pengembangan produk alternatif yang memiliki kualitas tinggi serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara berkelanjutan. Salah satu produk yang berpotensi dikembangkan adalah Laminated Veneer Bamboo Lumber (LVBL), yaitu material komposit yang mengombinasikan veneer kayu dan veneer bambu untuk meningkatkan sifat fisik dan mekaniknya. Kayu sengon (Falcataria moluccana) dipilih karena memiliki pertumbuhan yang cepat, mudah diolah, serta tersedia dalam jumlah yang melimpah di Indonesia. Bambu tali (Gigantochloa apus) dipilih karena memiliki kekuatan mekanis yang baik, pertumbuhan yang cepat, serta berpotensi meningkatkan kekuatan dan kekakuan produk laminasi. Oleh karena itu, perancangan pabrik LVBL dilakukan sebagai upaya menghasilkan produk rekayasa yang berkualitas, ramah lingkungan, dan memiliki nilai tambah yang tinggi.
Perancangan ini bertujuan merancang proses produksi LVBL berbahan baku kayu sengon dan bambu tali yang mampu menghasilkan produk dengan kualitas, kekuatan, dan stabilitas dimensi yang baik. Sistem produksi yang dirancang meliputi tahapan penerimaan bahan baku, pemotongan, pembentukan veneer kayu dan strip bambu, pengawetan, pengeringan, penyusunan lamina, aplikasi perekat, pengempaan, pemotongan akhir, penghalusan permukaan, pengendalian mutu, pengemasan, hingga penyimpanan produk jadi. Selain itu, dilakukan penentuan kapasitas produksi, spesifikasi peralatan, kondisi operasi, kebutuhan utilitas, serta tata letak pabrik yang mendukung proses produksi secara efektif dan efisien. Inovasi yang diterapkan dalam perancangan ini berupa pemanfaatan limbah biomassa bambu sebagai bahan bakar boiler untuk menyediakan energi panas pada proses pengawetan dan pengeringan strip bambu sehingga dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi limbah produksi. Rancangan proses tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem produksi yang terintegrasi, ekonomis, dan berkelanjutan.
Produk yang dirancang berupa panel LVBL berukuran 2.440 mm × 1.220 mm × 18 mm dengan susunan sembilan lapisan yang terdiri atas veneer kayu sengon dan veneer bambu tali. Kapasitas produksi ditetapkan sebesar 6.000 m³ per tahun atau sekitar 370 panel per hari dengan waktu operasi selama 300 hari kerja per tahun dan satu shift selama delapan jam operasi efektif per hari. Untuk memenuhi kapasitas tersebut diperlukan sekitar 249 log kayu sengon per hari, 4.070 kolom bambu per hari, 1.041 kg perekat polyvinyl acetate (PVAc) per hari, dan 104,06 kg hardener per hari. Produk LVBL yang dihasilkan diharapkan memiliki kualitas yang baik, stabilitas dimensi yang tinggi, serta dapat dimanfaatkan sebagai material untuk kebutuhan furnitur maupun konstruksi interior. Pemanfaatan kombinasi kayu sengon dan bambu tali juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya lokal sekaligus mendukung pengembangan material rekayasa berbasis biomassa yang lebih ramah lingkungan.
Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial, perancangan pabrik ini menunjukkan prospek investasi yang layak untuk dikembangkan. Nilai Gross Profit Margin (GPM) sebesar 15,25%, Net Present Value (NPV) sebesar Rp10.708.957.111, Benefit Cost Ratio (B/C) sebesar 1,04, Profitability Index (PI) sebesar 1,60, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 24%, dan Payback Period (PBP) selama 3,65 tahun menunjukkan bahwa investasi memberikan tingkat keuntungan yang baik dan mampu mengembalikan modal dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, nilai Break Even Point (BEP) sebesar 36.363 panel per tahun atau Rp12.440.274.757 menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang dirancang berada di atas titik impas sehingga proyek layak untuk direalisasikan. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan industri LVBL berbasis kayu sengon dan bambu tali di Indonesia. Pengembangan
lebih lanjut masih diperlukan melalui optimasi parameter proses, peningkatan efisiensi penggunaan bahan baku dan energi, serta pengujian produk sesuai standar nasional maupun internasional agar produk LVBL memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.
Perpustakaan Digital ITB