digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan merupakan tantangan signifikan bagi daerah terpencil di Indonesia, termasuk Pulau Kerasian, yang masih bergantung pada bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengoptimalkan sistem energi hibrida yang mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berbasis biodiesel B30 guna memastikan pasokan listrik yang efisien dan ramah lingkungan. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak HOMER Pro, PVSyst, dan ETAP untuk mengevaluasi aspek teknis, ekonomi, serta kelayakan integrasi sistem energi hibrida. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem optimal terdiri dari PLTS berkapasitas 831 kW, PLTD 100 kW, dan baterai dengan kapasitas penyimpanan 2.755,2 kWh, yang menghasilkan bauran energi terbarukan sebesar 94,6% dan produksi energi tahunan sebesar 1.210.160 kWh. Sistem ini terbukti mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat secara efisien dan memiliki stabilitas yang baik. Analisis kelistrikan menggunakan ETAP menunjukkan bahwa tegangan pada bus GH dan ujung trafo masing-masing sebesar 19,91 kV dan 19,89 kV, yang berada dalam rentang aman dan mendukung keandalan sistem secara keseluruhan. Simulasi ekonomi dengan HOMER Pro mengindikasikan bahwa sistem ini memiliki Net Present Cost (NPC) sebesar Rp50.684.219.690 dan Levelized Cost of Energy (LCOE) sebesar Rp3.510,74 per kWh, yang lebih rendah dibandingkan konfigurasi sistem lainnya. Selain itu, implementasi sistem ini berhasil mengurangi emisi CO2 sebesar 93,40%, dari 1.028.418 kg/tahun menjadi 67.923 kg/tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem energi hibrida dengan proporsi energi terbarukan sebesar 94,6% di Pulau Kerasian tidak hanya efektif dalam menyediakan pasokan energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan di daerah terpencil lainnya. Dengan efisiensi biaya yang tinggi dan dampak lingkungan yang minimal, sistem ini dapat menjadi model bagi pengembangan energi terbarukan di wilayah serupa.