digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Richie Leonardo
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Penelitian ini mengusulkan perancangan dan implementasi prototipe smart tag, yaitu sebuah perangkat pelacak nirkabel yang terintegrasi dengan perangkat lunak smartphone Android. Prototipe ini dirancang untuk berfungsi melacak barang, yang mampu memberikan informasi lokasi terakhir secara berkala serta memfasilitasi pengguna dalam melakukan pencarian fisik secara langsung. Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pelacakan lokasi untuk barang-barang berukuran kecil, seperti dompet, kunci, dan tas. Karena benda-benda tersebut bersifat pasif dan tidak dapat menunjukkan keberadaannya sendiri saat hilang atau tertinggal, pencarian manual dinilai kurang efisien dan sering kali tidak berhasil. Oleh karena itu, diperlukan sebuah solusi teknologi pelacakan yang dapat membantu pengguna mengetahui lokasi barang dengan lebih cepat dan presisi. Sistem smart tag ini dibangun menggunakan arsitektur Crowd-Source Network (CSN) berbasis teknologi Bluetooth Low Energy (BLE) yang berdaya rendah. Perangkat keras menggunakan Printed Circuit Board (PCB) kustom yang ditenagai oleh mikrokontroler Pro Micro nRF52840, serta dilengkapi dengan buzzer dan rangkaian pembaca tegangan baterai. Sementara itu, perangkat lunak dikembangkan menggunakan Android. Perangkat lunak ini bertugas untuk memindai data advertisement, mengontrol alarm pada tag, menampilkan lokasi pada peta digital berdasarkan data pengguna maupun perangkat helper di sekitarnya, serta mendukung mekanisme pencarian dua arah. Berdasarkan hasil evaluasi, sistem smart tag yang dikembangkan telah berhasil memenuhi spesifikasi fungsionalitas koneksi nirkabel, penerapan cryptography pada data advertisement, serta komunikasi GATT dengan responsif. Perangkat ini memiliki estimasi ketahanan baterai hingga 128 hari operasional dengan total biaya perakitan sebesar Rp260.220. Meskipun demikian, jangkauan sinyal perangkat masih memerlukan optimasi lebih lanjut karena batas maksimal jangkauannya baru mencapai 4,5 meter di ruang terbuka dan 2,5 meter pada kondisi terhalang dinding, sehingga masih berada di bawah ekspektasi operasional ideal sejauh 10 meter.